JALUR GAZA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pembentukan "Dewan Perdamaian" Gaza, yang menurutnya akan ia pimpin, dan satu komite teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang untuk mengelola pemerintahan sehari-hari Gaza pasca-perang.
Ali Shaath, mantan wakil menteri di Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah, telah ditunjuk untuk memimpin komite tersebut.
Pejabat senior Hamas, Bassem Naim, menyambut baik pembentukan komite tersebut, menyebutnya sebagai "langkah ke arah yang benar".
Seiring dengan itu, Israel membunuh 10 warga Palestina di seluruh Gaza, termasuk enam orang yang tewas ketika militer Israel membom dua rumah di Deir el-Balah.
Militer Israel mengklaim seorang komandan di Brigade Qassam termasuk di antara mereka yang tewas.
Pembunuhan ini tepat ketika Amerika Serikat mengumumkan bahwa kedua pihak telah maju ke fase kedua dari kesepakatan gencatan senjata 20 poin dengan Hamas untuk mengakhiri konflik.
Kantor berita Wafa melaporkan militer Israel membom dua rumah milik keluarga al-Hawli dan al-Jarou di kota Deir el-Balah di wilayah tengah pada Kamis malam, dengan pejabat kesehatan mengkonfirmasi seorang anak berusia 16 tahun termasuk di antara enam orang yang tewas.
Militer Israel mengumumkan salah satu korban, Muhammad al-Hawli, adalah seorang komandan di Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas.
Melaporkan dari Kota Gaza, Ibrahim al-Khalili dari Al Jazeera mengkonfirmasi seorang "tokoh senior Brigade Qassam" telah tewas dan serangan itu menggarisbawahi pesan Israel bahwa mereka akan menentukan fase kedua gencatan senjata "dengan syarat-syaratnya sendiri".
Israel, katanya, telah menetapkan syarat-syarat fase selanjutnya dari gencatan senjata, yang akan menghasilkan pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina yang diawasi "Dewan Perdamaian" internasional, dengan opsi "eskalasi" tetap sangat "di atas meja".
Di tempat lain di wilayah yang dilanda perang itu, setidaknya satu orang ditembak mati oleh pasukan Israel di dekat bundaran Al-Alam, sebelah barat kota Rafah, satu orang lagi tewas dalam serangan Israel terhadap pos polisi di dekat persimpangan Al-Nablusi, barat daya Kota Gaza, dan dua orang lagi tewas dalam serangan udara Israel terhadap rumah keluarga Al-Khatib di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.
Kejahatan Keji
Hamas mengutuk penargetan rumah al-Hawli sebagai “kejahatan keji”, mengatakan hal itu mengungkapkan “penghinaan” Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap gencatan senjata Oktober, tetapi tidak mengkonfirmasi kematian salah satu komandannya.
Sebanyak 451 warga Palestina, termasuk lebih dari 100 anak-anak, dilaporkan tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada bulan Oktober.
Baca juga: Witkoff Umumkan Dimulainya Fase Kedua Kesepakatan Gaza (sya)