floating-Ancaman Serangan AS...
Ancaman Serangan AS Meningkat, Putin Bicara dengan Presiden Iran
Ancaman Serangan AS...
Ancaman Serangan AS Meningkat, Putin Bicara dengan Presiden Iran
Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:34 WIB
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, di tengah protes massal yang melanda Republik Islam dalam beberapa pekan terakhir. Percakapan itu terjadi seiring ancaman serangan militer Amerika Serikat ke Iran yang makin meningkat.

Kerusuhan meletus akhir bulan lalu dan dilaporkan dipicu inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam rial Iran.

Protes dengan cepat berubah menjadi konfrontasi kekerasan dengan pasukan keamanan, yang diduga mengakibatkan ratusan kematian. Otoritas Iran menyalahkan kerusuhan tersebut kepada AS dan Israel.

Menurut pernyataan yang diterbitkan Kremlin pada hari Jumat, Pezeshkian "memberi pengarahan kepada Vladimir Putin tentang upaya berkelanjutan pemerintah Iran untuk menormalkan situasi di negara tersebut."

Kedua presiden menyerukan de-eskalasi "ketegangan di Iran dan di kawasan secara keseluruhan sesegera mungkin dan menyelesaikan setiap masalah yang muncul melalui cara politik dan diplomatik semata."

Putin dan Pezeshkian juga menegaskan kembali "komitmen bersama mereka untuk lebih memperkuat kemitraan strategis antara Rusia dan Iran," termasuk proyek ekonomi bersama.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan pekan ini bahwa Moskow “dengan tegas mengutuk campur tangan asing yang mengganggu” dalam urusan domestik Iran.

Ia menuduh kekuatan asing berupaya mengubah protes damai menjadi “kerusuhan yang kejam dan tidak masuk akal” dan berupaya menggulingkan rezim di Iran.

Zakharova menggambarkan ancaman AS untuk menggunakan kekerasan terhadap Republik Islam sebagai “sama sekali tidak dapat diterima,” dan memperingatkan tindakan militer terhadap Iran dapat menggoyahkan seluruh Timur Tengah.

Ia juga menghubungkan kesulitan ekonomi Iran dengan sanksi Barat.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan beberapa ancaman terhadap negara tersebut, menyerukan para demonstran Iran untuk merebut kendali lembaga-lembaga negara.

Awal pekan ini, pemimpin AS tersebut mengatakan pemerintahannya “sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat” untuk tindakan terhadap Teheran.

Iran adalah sekutu lama Rusia, dengan kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis selama kunjungan Pezeshkian ke Moskow Januari lalu.

Baca juga: Trump Tunjuk Tony Blair dan Jared Kushner ke Dewan Perdamaian Gaza
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang