JAKARTA - Pagelaran sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 2025-2026, resmi berakhir pada Minggu (18/1/2026). Turnamen yang diselenggarakan di dua kota besar, Tangerang dan Semarang, sukses melahirkan juara-juara baru yang siap menjadi masa depan sepak bola putri Indonesia.
Di Tangerang, SDN Pinang 3 C sukses naik podium tertinggi untuk Kelompok Usia (KU) 10, disusul SDN Kunciran 4 C yang merajai KU 12. Sementara di Semarang, dominasi ditunjukkan oleh SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12) yang berhasil menyandang gelar juara.
Turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Di Tangerang, sebanyak 1.424 siswi dari 135 sekolah ikut ambil bagian. Sedangkan di Semarang, tercatat 1.239 siswi dari 65 sekolah turut berlaga.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengungkapkan kegembiraannya atas peningkatan signifikan ini. "Secara kualitas selalu ada peningkatan karena mereka sudah mempersiapkan diri lebih baik. Mereka tahu jadwalnya dan berlatih lebih serius dibandingkan seri sebelumnya," ujar Teddy.
Kehadiran sosok legendaris Jacksen F. Tiago sebagai Head Coach memberikan warna baru bagi turnamen ini. Bersama Timo Scheunemann, Jacksen menekankan bahwa ajang ini adalah fondasi krusial bagi Timnas Indonesia di masa depan.
"Ini bukan lagi sekadar penting, tapi luar biasa penting. Ini adalah wadah bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan, wajah-wajah inilah yang akan kita lihat memakai seragam Merah Putih," kata mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Jacksen juga menyoroti tantangan unik melatih pesepak bola putri, terutama dari sisi psikologis. Ia menekankan perlunya pendekatan personal untuk menjaga mood dan mentalitas para pemain muda agar tetap konsisten di lapangan.
Euforia sepak bola putri akan terus berlanjut. Setelah Tangerang dan Semarang, MLSC Seri 2 2025-2026 akan menyambangi Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026.
(yov)