MADRID - Dua
kereta api berkecepatan tinggi tabrakan di wilayah selatan Andalusia, Spanyol, pada Minggu malam. Data sementara dari pihak berwenang menyebutkan 21 orang tewas dan lebih dari 70 lainnya terluka.
Tragedi ini terjadi ketika sebuah kereta yang berangkat dari Malaga ke Madrid tergelincir di dekat Adamuz, kemudian menyeberang ke jalur lain dan bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah berlawanan. Demikian dilaporkan operator jaringan kereta api Spanyol, Adif, melalui X.
Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada
AFP, Senin (19/1/2026), bahwa 21 orang tewas. Antonio Sanz, pejabat darurat tertinggi di Andalusia, mengatakan dalam konferensi pers bahwa setidaknya 73 orang terluka.
Baca Juga: Masinis Tertidur saat Kereta Penuh Sesak Ngebut di Tikungan Tajam, Para Penumpang Terbanting "Situasi ini kemungkinan akan menyebabkan jumlah korban tewas meningkat," katanya. "Malam yang sangat rumit menanti kita," katanya lagi.
Menteri Transportasi Oscar Puente mengatakan kepada wartawan bahwa 30 orang dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi serius. Dia menambahkan bahwa semua korban luka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan.
Menurut Puente, tragedi ini terjadi di bagian jalur lurus yang telah direnovasi. Dia menambahkan bahwa kereta pertama yang tergelincir "praktis baru", membuat kecelakaan itu "sangat aneh".
Operator kereta api Iryo mengatakan sekitar 300 orang berada di dalam layanan Malaga-Madrid mereka.
Ratusan penumpang yang terjebak di reruntuhan menghambat kerja keras layanan darurat.
"Masalahnya adalah gerbong-gerbongnya bengkok, sehingga logamnya bengkok bersama orang-orang di dalamnya," kata Francisco Carmona, kepala pemadam kebakaran di Cordoba, kepada penyiar
RTVE.
"Kami bahkan harus mengeluarkan orang yang sudah meninggal untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit," imbuh dia.
Menurut Sanz, beberapa gerbong telah jatuh ke lereng setinggi empat meter.
"Ini Seperti Film Horor"
Seorang penumpang di kereta kedua, yang menuju kota Huelva, yang hanya menyebutkan nama depannya; Montse, mengatakan kepada televisi Spanyol bahwa kereta itu, "dengan sentakan, berhenti total, dan semuanya menjadi gelap".
Dia menggambarkan dirinya terlempar-lempar di gerbong terakhir dan melihat barang bawaan jatuh menimpa penumpang lain.
"Petugas di belakang saya kepalanya terbentur dan berdarah. Ada anak-anak yang menangis," imbuh dia. "Untungnya, saya berada di gerbong terakhir. Saya merasa seperti diberi kesempatan kedua untuk hidup."
Lucas Meriako, seorang penyintas yang berada di kereta pertama yang tergelincir, mengatakan kepada televisi
La Sexta: "Ini seperti film horor".
"Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh," ujarnya.
"Runtuh, pecah...banyak yang terluka karena pecahan kaca," katanya.
Layanan kereta cepat antara Madrid dan kota-kota Andalusia, Cordoba, Seville, Malaga, dan Huelva akan ditangguhkan setidaknya sepanjang hari Senin, demikian diumumkan Adif.
Adif mengatakan tempat-tempat telah disiapkan di stasiun-stasiun di Madrid, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva untuk membantu keluarga korban.
Kementerian Pertahanan mengatakan pihaknya mengirim sekitar 40 anggota unit militer darurat dan sekitar 15 kendaraan ke lokasi kecelakaan.
"Malam Penuh Duka"
"Hari ini adalah malam yang penuh duka cita bagi negara kita karena kecelakaan kereta api tragis di Adamuz," tulis Perdana Menteri Pedro Sanchez di X.
"Tidak ada kata-kata yang dapat meringankan penderitaan yang begitu besar, tetapi saya ingin mereka tahu bahwa seluruh negeri berada di sisi mereka di saat-saat sulit ini," imbuh dia.
Istana Kerajaan Spanyol mengatakan di X bahwa Raja Felipe VI dan Ratu Letizia mengikuti berita tersebut "dengan sangat prihatin".
"Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para korban meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk kesembuhan yang cepat bagi para korban luka," tulis pihak istana.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen termasuk di antara para pemimpin dunia yang menyampaikan belasungkawa.
Spanyol memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3.000 kilometer (1.800 mil) jalur khusus yang menghubungkan kota-kota besar termasuk Madrid, Barcelona, Seville, Valencia, dan Malaga.
Pada tahun 2013, kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi di luar kota Santiago de Compostela di barat laut menewaskan 80 orang dan melukai lebih dari 140 orang—tragedi paling mematikan di Spanyol sejak tahun 1944.
(mas)