JAKARTA - Nama Melvhina Husyanti, selebgram sekaligus pengusaha Daviena Skincare menjadi sorotan setelah produk miliknya masuk dalam daftar kosmetik yang ditarik
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Informasi tersebut tercantum dalam dokumen resmi BPOM tentang temuan kosmetik mengandung bahan berbahaya periode Triwulan IV.
Produk yang ditarik tersebut adalah Daviena Skincare Intensive Night Cream with AHA. Produk itu dinyatakan mengandung bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam kosmetik sehingga ditarik dari peredaran.
Media sosial Daviena pun ramai diserbu komentar netizen seusai informasi tersebut dirilis. Owner dengan nama asli Melvhina Husyanti itu juga tampak tetap gencar melakukan promosi produknya yang lain di Instagram Story.
Baca Juga : Dokter Richard Lee Unggah Foto Sakit Jelang BAP Lanjutan di Polda Metro Jaya Dalam postingan terbarunya, Daviena menuai beragam kritik meski tidak sedang mempromosikan skincare. Warganet mempertanyakan keamanan produk yang selama ini dipasarkan, bahkan ada yang menuding Daviena telah menjual skincare berbahaya kepada konsumen.
"bilangnya mau merubah produk.. bilangnya mau merubah dari kesalahan sampe ke LN (luar negri) cari prodak yg terbaik, itu flexing atau opini ya!! eh..eh..ehh kok produknya bermasalah lagi sih???" tulis akun dwilarasaudiyati.
"dexametashon, ngeri ya bahaya bgt itu,, kok tega jualan produk berbahaya," tulis akun vie_arkashop.
"ka komentar aku di hps ya.. aku liat dari notifikasi nya gk ada," tulis akun nlcikalajh.
Namun, di tengah derasnya komentar negatif, sebagian komentar diketahui menghilang. Warganet menduga Daviena sengaja menghapus kritik warganet soal produknya.
Baca Juga : Wanita Ini Mengaku Alami Child Grooming, Seret Nama Pentolan Group Band Ternama Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Daviena di akun media sosialnya terkait penarikan produk tersebut. Tidak ada unggahan klarifikasi maupun penjelasan terbuka mengenai temuan BPOM, meskipun produknya ramai diperbincangkan di kolom komentar.
Sebagai informasi, temuan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin BPOM terhadap kosmetik di pasaran. Dari total 26 produk kosmetik berbahaya yang diumumkan, mayoritas mengandung bahan yang tidak diperbolehkan karena berisiko bagi kesehatan kulit dan tubuh jika digunakan tanpa pengawasan medis.
Dalam daftar temuan BPOM, Daviena Skincare berada di urutan pertama produk kosmetik berbahaya yang diidentifikasi. Nama produk ini tercatat jelas bersama bahan berbahaya yang ditemukan oleh BPOM selama pengujian di laboratorium yang berwenang.
Bahan aktif deksametason yang terdeteksi dalam produk tersebut merupakan salah satu jenis kortikosteroid yang tidak diperbolehkan dalam produk kosmetik, karena dapat menyebabkan efek samping yang serius bila dipakai sebagai skincare tanpa resep dan pengawasan dokter.
(wur)