floating-Bank Indonesia Pastikan...
Bank Indonesia Pastikan Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur BI
Bank Indonesia Pastikan...
Bank Indonesia Pastikan Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur BI
Senin, 19 Januari 2026 - 22:00 WIB
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan Deputi Gubernur BI, Juda Agung, telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya. Langkah ini menandai terjadinya transisi kepemimpinan di tubuh bank sentral pada awal tahun 2026.

"Kami mengkonfirmasi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal 13 Januari 2026," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan pers, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Soal Thomas Djiwandono ke BI, Purbaya: Juda Agung 'Mungkin' ke Posisi Saya

Terkait kekosongan posisi yang ditinggalkan Juda Agung, BI memastikan proses pengisian jabatan akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Sesuai dengan UU No. 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Gubernur BI telah memberikan rekomendasi nama calon kepada Presiden untuk kemudian diproses lebih lanjut melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Atas kekosongan jabatan Deputi Gubernur tersebut maka Gubernur Bank Indonesia telah merekomendasikan calon kepada Presiden. Selanjutnya, Presiden mengusulkan dan mengangkat Deputi Gubernur terpilih sebagaimana persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat," tambah Ramdan merujuk pada regulasi dalam Pasal 41, 48, dan 50 UU BI.

Baca Juga: Prabowo Ajukan Tiga Calon Deputi Gubernur BI, Salah Satunya Thomas Djiwandono

Meski berada dalam masa transisi kepemimpinan, Bank Indonesia menegaskan operasional dan kebijakan moneter tetap berjalan normal. Fokus utama otoritas moneter saat ini adalah menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem pembayaran melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang sedang berlangsung.

Keputusan penting mengenai arah suku bunga acuan (BI Rate) dan kebijakan makroprudensial dijadwalkan akan diumumkan kepada publik pada lusa. "Bank Indonesia akan tetap fokus pada tugas utama untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah termasuk saat ini Bank Indonesia akan fokus pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Januari 2026 yang keputusannya akan diumumkan pada Rabu, 21 Januari 2026," pungkas Ramdan.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026