JAKARTA - Panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada Februari mendatang bakal menjadi saksi bisu lahirnya segmen baru dalam kancah elektrifikasi nasional lewat kehadiran iCAR, merek sub-brand di bawah naungan Chery Group.
Mengusung filosofi creative & intelligent mobility, iCAR datang dengan proposisi radikal yang belum pernah ditawarkan pemain lain: mobil bukan sekadar alat transportasi, melainkan "mainan" orang dewasa yang bisa dipersonalisasi sesuka hati.
Kehadiran iCAR V23 sebagai model perdana yang akan membuka masa pemesanan (pre-book) di IIMS 2026 menandai strategi agresif Chery Group untuk mencengkeram pasar niche yang spesifik.
Di tengah gempuran mobil listrik yang seragam, iCAR V23 hadir dengan desain retro-boxy yang mengingatkan publik pada siluet Land Rover Defender klasik namun dalam dimensi ringkas, atau kerap dijuluki "Baby Defender".
Filosofi "Toy Car": Modifikasi Bermodal Obeng
Daya tarik utama iCAR bukan hanya pada estetika kotak sabunnya, melainkan pada konsep modularitas yang diusungnya. Country Director iCAR Indonesia, Mark Yang, secara gamblang menyebut kendaraan ini sebagai toy car atau mainan bagi para "bapack-bapack" maupun generasi muda yang ekspresif.
“iCAR adalah sebuah toy car. Ini mobil yang membuat konsumennya akan merasa sangat enjoy sekali. Tidak hanya desainnya yang unik dan fiturnya berlimpah, tapi juga karena mobil ini bisa dimodifikasi sesuai selera pemiliknya.
Bahkan, memodifikasinya pun sangat mudah. Hanya perlu obeng saja, dan bisa dilakukan pemiliknya sendiri tanpa perlu ke bengkel. Dari awal kami merancang mobil ini agar mudah dimodifikasi,” ungkap Mark Yang.
Pernyataan ini menegaskan posisi iCAR yang menyasar target audiens kreatif. Mobil ini dilengkapi modification kit yang ramah pengguna (user-friendly), memungkinkan pemilik mengganti aksesori eksterior atau interior layaknya merakit mainan Lego atau Tamiya.
Spesifikasi Gahar di Balik Wajah Imut
Meski diposisikan sebagai "mainan", spesifikasi teknis iCAR V23 jauh dari kata main-main. Di atas kertas, iCAR menawarkan dua varian penggerak yang disesuaikan dengan kebutuhan performa.
Varian pertama, 2WD (Rear Wheel Drive), dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 59,93 kWh.
Motor listriknya mampu menyemburkan tenaga 134 hp dan torsi 180 Nm, dengan jangkauan jelajah mencapai 360 kilometer berdasarkan siklus NEDC.
Bagi pencinta adrenalin, varian iWD (All Wheel Drive) hadir dengan spesifikasi monster. Menggendong baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC) 81,76 kWh, varian dual motor ini memuntahkan tenaga 208 hp dan torsi 292 Nm.
Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam tuntas hanya dalam 7,5 detik, dengan jangkauan jelajah lebih jauh mencapai 430 kilometer.
Fitur penunjangnya pun premium. Kabinnya didominasi layar infotainment Quad HD berukuran 15,4 inci yang sudah mendukung Wireless Apple CarPlay dan Android Auto.
Keamanan berkendara dijamin oleh sistem ADAS Level 2 (Adaptive Cruise Control, AEB, Lane Departure) serta kamera 540 derajat yang dikombinasikan dengan kemampuan wading depth (kedalaman rendam air) hingga 600 milimeter, membuatnya tangguh melibas genangan ibu kota.
Potensi Kanibalisasi atau Sinergi?
Pertanyaan besar pasar adalah mengenai posisi harga dan potensi gesekan dengan saudaranya sendiri, Chery J6T. Mengacu pada harga di Malaysia, iCar V23 varian 2WD dibanderol mulai RM 119.800 (sekitar Rp500 jutaan), sedangkan varian iWD di angka RM 132.800 (sekitar Rp550 jutaan).
Angka ini bersinggungan langsung dengan harga Chery J6T di Indonesia yang berkisar antara Rp545 juta hingga Rp 605 juta.
Namun, President Director Chery Sales Indonesia, Zeng Shuo, menepis kekhawatiran tersebut. Ia menekankan bahwa iCAR dan J6 memiliki karakter segmen yang berbeda. "Rencananya akan ada 2 model yang masuk, RWD dan iWD.
Untuk harganya belum ditentukan. Kemungkinan ada yang di bawah Chery J6T dan ada juga yang di atas Chery J6T," ujarnya.
Pernyataan ini mengindikasikan strategi "sandwich", di mana iCAR V23 varian terendah akan memikat konsumen entry-level SUV gaya hidup, sementara varian iWD akan menyasar enthusiast yang mencari performa di atas J6T.
Dengan rencana pembukaan 40 diler iCAR di seluruh Indonesia, Chery Group tampaknya optimis bahwa pasar Indonesia cukup besar untuk menampung dua "predator" kotak di segmen yang sama, asalkan masing-masing memiliki "mainan" yang berbeda untuk ditawarkan.
(dan)