DEPOK - PT Sokonindo Automobile mengambil langkah strategis dengan meresmikan jaringan dealer terbaru DFSK di kawasan Margonda, Depok, Sabtu (24/1/2026).
Peresmian ini bukan sekadar seremonial pembukaan gerai, melainkan sinyal kuat dimulainya momentum ekspansi agresif pabrikan otomotif asal China tersebut untuk memperdalam penetrasi pasar di wilayah penyangga ibu kota.
Depok, sebagai kota urban terbesar ketiga di kawasan Jabodetabek, memiliki karakteristik pasar unik: perpaduan antara kaum komuter yang membutuhkan kendaraan efisien dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus tumbuh dan butuh kendaraan niaga andal.
Dalam industri otomotif, ketersediaan layanan purnajual seringkali menjadi faktor penentu keputusan pembelian, terutama bagi merek non-Jepang.
DFSK menjawab tantangan psikologis pasar ini dengan menghadirkan fasilitas lengkap 3S (Sales, Service, Spare Parts) di dealer barunya.
Bekerja sama dengan PT Sriwijaya Multi Motor (SMM), dealer ini berlokasi sangat strategis di Jl. Margonda No. 262, Depok. Berdiri dengan luas area showroom mencapai 189 meter persegi, fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman pelanggan yang setara dengan standar global DFSK.
COO PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, dalam sambutannya menegaskan bahwa kunci memenangkan pasar Indonesia bukan hanya soal produk, tetapi kemudahan akses.
“Tujuan kami sederhana, yaitu membuat kendaraan dan layanan DFSK semakin mudah diakses oleh masyarakat Indonesia,” tegas Franz Wang.
Pernyataan ini menggarisbawahi strategi DFSK untuk menghapus stigma "sulit cari bengkel" yang kerap menghantui merek pendatang baru.
Di segmen kendaraan penumpang berbasis listrik, tersedia SERES E1, city car EV yang cocok untuk menembus kemacetan Margonda dan akses menuju Jakarta.
Sementara itu, untuk menopang denyut ekonomi Depok yang dipadati sentra kuliner dan jasa logistik, DFSK menyodorkan Super Cab dan Gelora E. Gelora E memiliki posisi tawar unik sebagai mobil listrik komersial pertama di Indonesia.
Kepercayaan diri DFSK dalam melakukan ekspansi di tahun 2026 tidak lepas dari dukungan infrastruktur manufaktur kuat. Pabrik PT Sokonindo Automobile di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, telah mengadopsi teknologi Industri 4.0.
Data spesifikasi pabrik menunjukkan tingkat kecanggihan tinggi, di mana 90 persen proses produksi di Stamping, Welding, Painting, hingga Assembling Workshop sudah menggunakan teknologi robotik.
Dengan kapasitas produksi maksimum mencapai 50.000 unit per tahun, DFSK tidak hanya siap memenuhi permintaan domestik yang meningkat lewat jaringan dealer baru seperti di Depok, tetapi juga pasar ekspor di Asia Tenggara.
Ekspansi ke Depok adalah bagian dari peta jalan besar. Hingga saat ini, jaringan DFSK telah menjangkau dari barat hingga timur Indonesia, termasuk Manokwari. Tahun 2026 dicanangkan sebagai tahun penguatan, di mana DFSK akan berfokus pada pengembangan teknologi kendaraan energi baru (NEV) dan sistem energi yang lebih aman.
(dan)