JAKARTA - Proses pencarian
korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten
Bandung Barat , Jawa Barat, terus dilakukan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pun akan dilakukan untuk mempermudah pencarian korban.
Wakil Menteri Dalam Negeri
Bima Arya Sugiarto menerangkan, OMC tersebut akan dilakukan pada Minggu (25/1/2026) pagi. "Memang harus diantisipasi cuaca. Saat ini kami mendapatkan laporan dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan," kata Bima Arya kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Dia menjelaskan, modifikasi cuaca akan difokuskan di kawasan Cisarua, khususnya area titik longsor. "Berpusat di daerah ini agar cuacanya kondusif untuk dilakukan evakuasi warga yang masih belum ditemukan," ujarnya.
Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dilanjutkan Hari Ini Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, tim DVI Polda Jawa Barat telah menerima 10 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, sebanyak lima korban tewas telah teridentifikasi.
"Kami telah menerima 10 kantong jenazah ya. Lima sudah teridentifikasi dan sudah dikembalikan ke pihak keluarga," kata Rudi kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Rudi menerangkan, lima korban lainnya masih dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Barat.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menuturkan, longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah.
Material longsoran menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa serta warga terdampak. "Selain korban meninggal dunia, 23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan," kata Aam, sapaan akrab Abdul Muhari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban.
Kabupaten Bandung Barat saat ini berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.
Pemprov Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
(zik)