floating-Melihat Langsung SPKLU...
Melihat Langsung SPKLU 1.000 kW BYD di Zhengzhou: Ngecas 5 Menit Tambah 400 Km
Melihat Langsung SPKLU...
Melihat Langsung SPKLU 1.000 kW BYD di Zhengzhou: Ngecas 5 Menit Tambah 400 Km
Minggu, 25 Januari 2026 - 17:32 WIB
ZHENGZHOU - Di sebuah sudut fasilitas riset raksasa BYD di Zhengzhou, China, jarum jam seolah berdetak lebih lambat dibanding angka-angka digital yang berlarian di layar terminal pengisian daya.

Sindonews jadi saksi mata dari demonstrasi teknologi yang selama ini dianggap mustahil oleh banyak pabrikan otomotif Barat: pengisian daya kendaraan listrik (EV) dengan kekuatan 1.000 kW atau setara 1 Megawatt.

Suasana di area demo terasa teknikal namun mencekam. Sebuah BYD Tang L berwarna abu-abu terparkir rapi. Operator kemudian menancapkan konektor liquid-cooled yang terlihat tidak berbeda dari colokan biasa.

Begitu arus dialirkan, tidak ada drama suara bising, namun layar monitor menceritakan kisah yang mengerikan bagi mesin pembakaran internal.

Indikator daya melonjak drastis, melewati angka 900 kW, hingga menyentuh puncaknya di kisaran 1.000 kW. Persentase baterai di dasbor mobil tidak lagi merangkak naik satu per satu, melainkan melompat.

1 Detik untuk 2 Kilometer

Melihat Langsung SPKLU...

Dalam hitungan sederhana, teknologi ini mampu menambah jarak tempuh 400 kilometer hanya dalam waktu 5 menit.

Jika dirinci lebih dalam, kecepatan pengisiannya mencapai rasio "1 detik untuk 2 kilometer".

Selama ini, hambatan terbesar adopsi EV adalah waktu tunggu. Mobil bensin butuh waktu 5-8 menit untuk mengisi tangki penuh.

Dengan teknologi ini, BYD secara efektif menyamakan user experience pengisian listrik dengan pengisian BBM.

Narasi "kopi belum habis, baterai sudah penuh" bukan lagi sekadar slogan pemasaran, melainkan realitas teknis yang terukur.

Keajaiban ini dimungkinkan oleh Super e-Platform terbaru BYD. Berbeda dengan arsitektur 400V atau 800V yang ada di pasaran saat ini, platform ini mengadopsi arsitektur tegangan tinggi 1.000 Volt dengan arus mencapai 1.000 Ampere.

Namun, daya sebesar itu membutuhkan manajemen panas yang ekstrem. Di sinilah letak keunggulan BYD.

Mereka mengembangkan sistem terminal pengisian berpendingin cairan penuh (all-liquid-cooled megawatt flash-charging terminal system) dan "Flash Charging Battery" yang memiliki resistansi internal 50 persen lebih rendah.

Inovasi ini memungkinkan baterai menerima arus 10C (sepuluh kali kapasitasnya) tanpa meledak atau mengalami degradasi termal yang parah.

Meninggalkan Kompetitor

Melihat Langsung SPKLU...

Dibanding kompetitor, pencapaian ini menempatkan BYD di liganya sendiri. Supercharger V4 Tesla, misalnya, saat ini "hanya" bermain di kisaran 250 kW hingga potensi teoritis 615 kW untuk Cybertruck.

Sementara pabrikan lain masih berjuang menstabilkan 350 kW, BYD sudah melompat ke angka 1.000 kW.

Tak hanya soal baterai, Super e-Platform juga membawa motor listrik revolusioner yang mampu berputar hingga 30.000 RPM.

Hasilnya, mobil keluarga seperti Han L dan Tang L mampu melesat dengan top speed di atas 300 km/jam, mematahkan mitos bahwa mobil listrik "kehabisan napas" di kecepatan tinggi.

Melihat teknologi ini di China memunculkan satu pertanyaan besar: Kapan masuk Indonesia?

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, yang turut mendampingi rombongan media, memberikan pandangan optimistis. Bagi Eagle, teknologi bukan sekadar unjuk gigi, melainkan solusi aksesibilitas.

“Bagi kami, inovasi tidak hanya diukur dari performa di atas kertas, tetapi dari sejauh mana teknologi dapat diakses, dipahami, dan memberi manfaat nyata bagi lebih banyak orang.

Teknologi Megawatt ini adalah bukti komitmen kami untuk menghapus keraguan masyarakat, sejalan dengan filosofi Technology for All,” ujar Eagle Zhao.

Eagle menegaskan bahwa BYD tidak hanya ingin jualan mobil, tetapi membangun ekosistem. Dengan rencana pembangunan 4.000 stasiun pengisian Megawatt di China dan ekspansi global, Indonesia masuk dalam radar strategis implementasi teknologi ini.

Sistem dual-gun technology yang juga didemokan—memungkinkan satu mobil diisi dua nozzle sekaligus untuk melipatgandakan kecepatan di SPKLU standar—menjadi solusi jembatan yang paling masuk akal untuk infrastruktur Indonesia saat ini.

Keluar dari fasilitas Zhengzhou, satu hal yang pasti: masa depan di mana kita berhenti di rest area hanya untuk ke toilet lalu melanjutkan perjalanan dengan baterai penuh, sudah ada di depan mata. Dan BYD adalah arsitek utamanya.
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif