JAKARTA - Transformasi digital di sektor kesehatan dan kecantikan semakin nyata. KJP Wellnes, unit bisnis kesehatan dan beauty dari KJP Group, kini memperluas jangkauan melalui platform TikTok. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses produk kesehatan yang lebih cepat, lengkap, dan praktis, tanpa dibatasi jarak.
Head of Business KJP Wellnes Liza Sako mengatakan banyak produk yang selama ini dicari di jaringan apotek KJP, kini bisa dibeli lebih luas secara digital.
"Kini kami bisa dijangkau lebih cepat dan lebih lengkap melalui penjualan online TikTok. Kami optimistis unit Wellnes ini akan diterima dengan baik oleh publik,” kata Liza.
Dijelaskan lebih lanjut, KJP Wellnes tidak sekadar memindahkan toko ke ranah online. Menurut Liza, fokus utamanya adalah menghadirkan pilihan produk wellness yang relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini—mulai dari collagen, vitamin, krim perawatan, sampai produk pendukung kebugaran harian.
Namun, kurasinya dibuat tetap ketat dan terarah, di mana KJP Wellnes menekankan tiga prinsip utama dalam proses pemilihan produk, yaitu market fit yang memastikan produk benar-benar menjawab kebutuhan nyata konsumen.
Ada juga Compliance yang memastikan produk aman dan sesuai regulasi yang berlaku serta Market needs & wants yang menyesuaikan dengan preferensi, kenyamanan, dan pola konsumsi masyarakat modern.
“Kami menghadirkan solusi wellness yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ucap Liza.
Sementara itu, Strategic Marketing KJP Wellnes Ryoma, menegaskan bahwa strateginya mengandalkan pendekatan interaktif berbasis live streaming real-time—format yang kini menjadi penggerak utama live commerce.
“Tim kami aktif selama 24 jam melakukan live streaming di berbagai akun media sosial. Strategi ini memungkinkan kami menjangkau penggemar produk KJP hingga ke pelosok daerah,” tutur Ryoma.
Menurutnya, live streaming tidak hanya menjadi sarana transaksi cepat, tetapi juga ruang untuk membangun kepercayaan publik. Interaksi langsung memungkinkan tim menjelaskan detail produk, cara penggunaan, hingga manfaatnya secara lebih mudah dipahami.
Dengan kata lain, live streaming berfungsi sebagai “etalase hidup”—tempat orang bisa bertanya, membandingkan produk, lalu langsung checkout dalam satu aplikasi.
Dipilihnya TikTok karena platform ini dinilai memiliki ekosistem yang kuat di Indonesia, terutama di kalangan usia produktif. Berbeda dari platform lain, TikTok memungkinkan proses edukasi, discovery produk, hingga transaksi terjadi dalam satu alur yang mulus—baik melalui konten video pendek maupun live commerce.
Melalui pendekatan storytelling, pesan terkait kesehatan dibuat lebih dekat dengan keseharian audiens. Pihaknya juga membuka peluang kolaborasi, termasuk dengan kreator kecil melalui skema affiliate, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pemasaran yang lebih inklusif dan autentik.
(dra)