floating-5 Pesta Olahraga Dunia...
5 Pesta Olahraga Dunia yang Pernah Diboikot: Olimpiade hingga Piala Afrika!
5 Pesta Olahraga Dunia...
5 Pesta Olahraga Dunia yang Pernah Diboikot: Olimpiade hingga Piala Afrika!
Senin, 26 Januari 2026 - 14:09 WIB
Isu boikot kembali mencuat dalam olahraga internasional setelah federasi sepak bola Jerman memberi sinyal mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 . Pada sejarahnya, sejumlah ajang olahraga besar dunia pernah diboikot negara-negara kontestan.

Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sekaligus Presiden St. Pauli, Oke Göttlich, menyerukan agar wacana tersebut dibahas secara serius, menyusul meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Eropa. Pernyataan itu disampaikannya kepada Hamburger Morgenpost pada 24 Januari 2026.

Göttlich menilai dunia olahraga tidak bisa sepenuhnya memisahkan diri dari dinamika geopolitik, seraya mengingatkan preseden boikot Olimpiade pada era Perang Dingin, seperti Olimpiade Moskow 1980 dan Los Angeles 1984. Di tengah Piala Dunia 2026 yang akan melibatkan 48 negara dengan mayoritas pertandingan digelar di Amerika Serikat, wacana dari Jerman tersebut kembali menegaskan bahwa boikot bukan hal baru dalam sejarah pesta olahraga dunia.

1. Olimpiade Melbourne 1956

5 Pesta Olahraga Dunia...



Olimpiade Melbourne 1956, yang menjadi debut Australia sebagai tuan rumah Olimpiade, diwarnai aksi boikot dari sejumlah negara. China, Mesir, Irak, Lebanon, Belanda, Spanyol, dan Swiss memilih tidak ambil bagian dengan latar belakang persoalan politik berbeda-beda.

Salah satu pemicu utama boikot datang dari Eropa, menyusul invasi Uni Soviet ke Hongaria hanya beberapa pekan sebelum upacara pembukaan. Sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan tersebut, Belanda, Spanyol, dan Swiss memutuskan menarik diri dari ajang empat tahunan itu.

2. Olimpiade Moskow 1980

5 Pesta Olahraga Dunia...


Boikot terbesar dalam sejarah Olimpiade terjadi pada Olimpiade Moskow 1980. Aksi ini dipicu oleh invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada akhir 1979. Amerika Serikat menjadi motor utama boikot, diikuti lebih dari 60 negara, termasuk Kanada, Jepang, China, Jerman Barat, Israel, serta sejumlah negara mayoritas Muslim.

Sebagian negara masih mengizinkan atletnya tampil sebagai peserta independen tanpa membawa bendera nasional. Namun, kebijakan itu tidak berlaku bagi atlet Amerika Serikat, yang bahkan terancam sanksi administratif jika nekat berangkat ke Moskow. Dampaknya, Olimpiade Moskow hanya diikuti sekitar 80 negara, jumlah terendah sejak 1956.

3. Olimpiade Los Angeles 1984

5 Pesta Olahraga Dunia...


Empat tahun berselang, giliran Uni Soviet dan sekutunya melakukan aksi serupa. Moskow bersama 14 negara Blok Timur memboikot Olimpiade Los Angeles 1984 sebagai respons atas boikot edisi sebelumnya. Pemerintah Uni Soviet menyatakan kekhawatiran terhadap keselamatan atlet mereka, dengan alasan meningkatnya sentimen anti-Soviet di Amerika Serikat.

Absennya negara-negara kuat dari Eropa Timur membuat Amerika Serikat mendominasi perolehan medali dan keluar sebagai juara umum dengan raihan 83 medali emas.

4. Olimpiade Montreal 1976

5 Pesta Olahraga Dunia...


Olimpiade Montreal 1976 juga tak luput dari boikot, kali ini datang dari lebih dari 20 negara Afrika. Aksi tersebut dipicu oleh keputusan Selandia Baru yang tetap mengirim tim rugbi nasionalnya bertanding ke Afrika Selatan, meski negara tersebut sedang dikenai embargo olahraga internasional akibat kebijakan apartheid.

Dipimpin Tanzania, boikot ini membuat ratusan atlet Afrika absen dari Olimpiade. Selain itu, Taiwan turut mundur dari keikutsertaan setelah Kanada menolak penggunaan nama Republik China bagi kontingen mereka.

5. Piala Afrika 1996



5 Pesta Olahraga Dunia...


Aksi boikot tidak hanya terjadi di Olimpiade. Dalam sepak bola, Piala Afrika 1996 di Afrika Selatan menjadi contoh lain. Nigeria, yang berstatus juara bertahan, memutuskan tidak berpartisipasi akibat memburuknya hubungan diplomatik dengan tuan rumah.

Meski tidak bersifat boikot massal, absennya Nigeria berdampak signifikan pada persaingan turnamen. Piala Afrika 1996 tetap berjalan dan justru menjadi momen bersejarah bagi Afrika Selatan, yang sukses menjadi juara setelah mengalahkan Tunisia 2-0 di partai final. Turnamen ini juga menandai kebangkitan Afrika Selatan di panggung olahraga internasional pasca berakhirnya era apartheid.
(sto)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan