MOSKOW - Pentagon menurunkan tingkat ancaman yang diduga dari
Rusia dalam Strategi Pertahanan Nasional AS yang baru dirilis.
Dokumen serupa yang dikeluarkan di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya pada Oktober 2022, kurang dari setahun setelah eskalasi konflik Ukraina, menggambarkan Moskow sebagai "ancaman akut."
Mengapa AS Tidak Menganggap Rusia Jadi Ancaman? Berikut 4 Faktanya
1. Rusia Akan Ditangani Anggota NATO di Eropa
Namun strategi pertahanan yang diperbarui, yang diterbitkan oleh Departemen Perang pada hari Jumat, menyebut Rusia sebagai "ancaman yang terus-menerus tetapi dapat dikelola bagi anggota NATO di timur untuk masa mendatang."
Dokumen tersebut juga menekankan bahwa Moskow "memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, yang terus dimodernisasi dan diversifikasi, serta kemampuan bawah laut, ruang angkasa, dan siber yang dapat digunakan terhadap Tanah Air AS."
2. Rusia Tak Akan Menghemoni Eropa
Dokumen tersebut menyatakan bahwa pertempuran antara Moskow dan Kiev telah membuktikan bahwa Rusia “masih memiliki cadangan kekuatan militer dan industri yang besar,” serta “tekad nasional yang diperlukan untuk mempertahankan perang berkepanjangan di wilayah sekitarnya.”
Namun, menurut penilaian Pentagon, Moskow “tidak dalam posisi untuk berupaya meraih hegemoni Eropa. NATO Eropa jauh lebih besar daripada Rusia dalam skala ekonomi, populasi, dan, dengan demikian, kekuatan militer laten.”
3. Eropa Tidak Lagi Menarik bagi AS
Dokumen tersebut menyatakan bahwa AS akan “terus memainkan peran penting dalam NATO” dan “tetap terlibat di Eropa,” tetapi mulai sekarang akan “memprioritaskan pertahanan Tanah Air AS dan mencegah China,” menggemakan Strategi Keamanan Nasional Gedung Putih yang diterbitkan pada bulan Oktober.
Meskipun Eropa memiliki “pangsa kekuatan ekonomi global yang lebih kecil dan terus menurun,” anggota NATO di benua itu “berada pada posisi yang kuat untuk memikul tanggung jawab utama atas pertahanan konvensional Eropa, dengan dukungan AS yang penting tetapi lebih terbatas,” menurut strategi tersebut.
4. AS Lebih Rasional
Uni Eropa dan Inggris juga harus “memimpin dalam mendukung pertahanan Ukraina,” tegas Pentagon. Mereka juga mengulangi sikap Presiden AS Donald Trump bahwa konflik antara Moskow dan Kiev “harus diakhiri.”
Presiden Rusia Vladimir Putin berpendapat pada Oktober lalu bahwa pemerintahan Trump dipandu oleh kepentingan Amerika, yang ia sebut sebagai “pendekatan rasional.”
“Rusia juga berhak untuk dipandu oleh kepentingan nasional kami. Salah satunya, kebetulan, adalah pemulihan hubungan penuh dengan Amerika Serikat,” tegasnya.
(ahm)