TANGERANG -
Universitas Bunda Mulia (UBM) terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kali ini, UBM meresmikan tiga fasilitas pembelajaran terpadu sekaligus yang berlokasi di UBM Tower, Kampus Serpong.
Ketiga fasilitas tersebut yakni The UBM Library, The UBM Design Studio, dan The UBM Immersive Design Lab, yang terintegrasi dalam satu ekosistem pembelajaran modern.
Baca juga: Pendidikan Sari Yuliati yang Sah Jadi Wakil Ketua DPR, Lulusan Terbaik Trisakti Peresmian fasilitas dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Bunda Mulia, Doddy Surja Bajuadji, melalui prosesi pengguntingan pita di The UBM Library. Perpustakaan ini dirancang dengan konsep modern dan nyaman sebagai fondasi penguatan literasi akademik mahasiswa.
The UBM Library dilengkapi berbagai ruang belajar yang kondusif, ruang diskusi, serta area kolaborasi untuk mendorong lahirnya ide-ide baru. Tak hanya itu, tersedia pula The UBM Café yang menyediakan makanan dan minuman untuk menemani mahasiswa saat belajar maupun membaca.
Baca juga: Kuliah di Mana Thomas Djiwandono? Keponakan Prabowo yang Sah Jadi Deputi Gubernur BI “Kami percaya pendidikan tinggi tidak lagi bisa berjalan secara terpisah antara literasi, kreativitas, dan teknologi. Ketiganya harus hadir dalam satu ekosistem pembelajaran yang saling terhubung agar mahasiswa siap menghadapi tantangan dunia nyata,” ujar Doddy.
Selain The UBM Library, UBM juga meresmikan The UBM Design Studio dan The UBM Immersive Design Lab. The UBM Design Studio menjadi ruang apresiasi sekaligus pamer karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV), mulai dari seni lukis, ilustrasi, fotografi, buku visual, hingga desain produk.
Sementara itu, The UBM Immersive Design Lab menghadirkan ruang eksplorasi berbasis teknologi yang menjadi adaptasi digital dari karya mahasiswa Program Studi Desain Interaktif. Laboratorium ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang imersif, aplikatif, serta selaras dengan kebutuhan industri kreatif dan perkembangan teknologi masa depan.
Kehadiran fasilitas ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Bunda Mulia dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era digital.
“Melalui pemanfaatan teknologi imersif, mahasiswa khususnya Desain Interaktif diharapkan mampu mengembangkan cara berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif. Laboratorium ini juga membuka peluang kolaborasi lintas program studi, disiplin, bahkan dengan institusi dan industri,” tambah Indah Tjahjawulan, Dekan Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Bunda Mulia.
Dalam rangkaian peresmian tersebut, UBM juga menggelar kegiatan bedah buku di The UBM Library. Buku karya dosen DKV UBM berjudul “Prinsip dan Panduan Penggunaan Kecerdasan Artifisial bagi Profesional Praktisi, Akademisi, dan Institusi Pendidikan” ini membahas pedoman etis pemanfaatan kecerdasan artifisial, khususnya dalam proses desain dan penciptaan karya di lingkungan akademik maupun profesional.
(nnz)