JAKARTA - Sektor layanan kesehatan di kawasan Asia Pasifik (APAC) kian mempercepat transformasi digital seiring meningkatnya tuntutan regulasi, keamanan data, dan efisiensi operasional, termasuk kewajiban penerapan rekam medis elektronik terintegrasi di berbagai negara. Pendiri Kumo, Kevin Nair, mengatakan sejak awal perusahaannya berfokus tumbuh bersama pelanggan dengan mengembangkan teknologi yang benar-benar menjawab kebutuhan klinik.
"Tidak ada yang berubah sejak awal. Kumo akan terus berkembang dengan pendekatan yang berpusat pada pelanggan. Kami bekerja erat dengan klien sebagai mitra agar platform ini selalu relevan dan berada di garda terdepan teknologi klinik," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Inovasi Digital Jadi Standar Kesehatan Hewan Peliharaan Kumo merupakan platform Software as a Service (SaaS) yang telah berkiprah selama satu dekade dan kini berkembang menjadi solusi bisnis kesehatan terpadu. Platform ini telah digunakan oleh lebih dari 2.500 klinik dengan sekitar 25.000 pengguna di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Thailand.
Melalui empat merek khusus, yakni Aoikumo, kumoDent, kumoVet, dan kumoDoc, Kumo melayani beragam segmen layanan kesehatan, mulai dari klinik kecantikan, klinik gigi, klinik hewan dan pusat grooming, hingga praktik dokter umum. Perkembangan tersebut turut mengantarkan Kumo meraih penghargaan MD Asia Pacific ICT Awards 2024 serta dipercaya sebagai Supporting Partner dalam inisiatif “100 Go Digital” pada 2023 dan 2024. Platform ini juga diadopsi sejumlah institusi pendidikan, seperti MAHSA University dan Penang International Dental College, sebagai sarana pengenalan teknologi kesehatan digital.
Kumo hadir menjawab tantangan kompleksitas regulasi, perlindungan data, serta kewajiban rekam medis elektronik yang kerap membebani operasional klinik. Seluruh kebutuhan klinik, mulai dari pendaftaran pasien, pembayaran, hingga pelaporan ke sistem pemerintah seperti SATUSEHAT di Indonesia, terintegrasi dalam satu platform.
Selain itu, Kumo terhubung dengan berbagai layanan pihak ketiga, seperti WhatsApp, Google, LINE, dan Stripe, serta mendukung pengelolaan klaim pihak ketiga dan sistem pembayaran terintegrasi. Platform ini juga menyediakan aplikasi khusus bagi dokter, pasien, dan perawat untuk memudahkan koordinasi layanan sepanjang perjalanan pasien.
Baca Juga: Permudah Layanan Kesehatan bagi Masyarakat di Daerah, Astra Serahkan 35 Unit Ambulans Kumo telah mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi serta terintegrasi dengan SNOMED CT guna memastikan interoperabilitas data klinis. Dengan dukungan kecerdasan buatan, Kumo menargetkan terciptanya ekosistem layanan kesehatan yang lebih terhubung, efisien, dan berfokus pada kualitas perawatan pasien di kawasan Asia Pasifik.
(nng)