BARCELONA - Pelatih Manchester City,
Pep Guardiola , menyuarakan dukungannya terhadap rakyat Palestina dalam sebuah acara kemanusiaan bertajuk Act x Palestine yang digelar di Palau Sant Jordi, Barcelona, Kamis (29/1/2026) malam waktu setempat.
Sehari setelah mendampingi
Manchester City di laga Liga Inggris, Guardiola kembali ke kampung halamannya dan naik ke panggung bersama sekitar 30 seniman, termasuk musisi ternama Rosalía. Dalam kesempatan tersebut, pelatih asal Spanyol itu tampil mengenakan keffiyeh hitam-putih sebagai simbol solidaritas.
Baca Juga: Guardiola Serukan Publik Catalonia Penuhi Stadion untuk Laga Amal Palestina Guardiola secara khusus menyoroti penderitaan anak-anak yang menjadi korban konflik di Gaza. Ia menggambarkan keprihatinannya saat melihat tayangan anak-anak yang kehilangan orang tua akibat perang. Menurutnya, tragedi kemanusiaan itu mencerminkan kegagalan dunia dalam melindungi mereka yang tak berdosa.
“Setiap kali saya melihat anak-anak dalam dua tahun terakhir lewat gambar di media sosial atau televisi, merekam diri mereka sendiri sambil bertanya, ‘Di mana ibu saya?’ di tengah reruntuhan, saya selalu berpikir apa yang ada di benak mereka. Dan itulah yang saat ini tidak terjadi di Palestina.” kata Guardiola.
Dalam pidatonya, Guardiola juga mengkritik para pemegang kekuasaan yang, menurutnya, menyeret warga sipil ke dalam kekerasan, sementara mereka sendiri berada jauh dari dampak langsung konflik. Ia menegaskan bahwa isu Palestina bukan sekadar politik, melainkan soal nilai-nilai kemanusiaan universal. Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Bukan kali pertama Guardiola menyampaikan pandangan politik di ruang publik. Sebelumnya, ia kerap menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Catalunya dan pernah dijatuhi denda oleh Federasi Sepak Bola Inggris pada 2018 karena mengenakan simbol dukungan bagi tokoh politik Catalan yang dipenjara.
Kehadiran Guardiola di Barcelona terjadi di tengah laporan terbaru yang menyebutkan bahwa otoritas Israel mulai mengakui besarnya korban jiwa dalam konflik Gaza, dengan estimasi angka yang mendekati data dari otoritas kesehatan setempat. Meski demikian, perdebatan soal validitas jumlah korban masih terus berlangsung.
Usai agenda tersebut, Guardiola dijadwalkan kembali ke Inggris untuk mempersiapkan Manchester City menghadapi Tottenham Hotspur pada lanjutan Liga Inggris akhir pekan ini.
(sto)