floating-Peresmian 76 Revitalisasi...
Peresmian 76 Revitalisasi Sekolah Bawa Harapan Baru bagi Siswa di Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah
Peresmian 76 Revitalisasi...
Peresmian 76 Revitalisasi Sekolah Bawa Harapan Baru bagi Siswa di Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah
Jum'at, 30 Januari 2026 - 14:54 WIB
ACEH UTARA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan sekolah hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang terpusat di SD Negeri 12 Bintang, Kabupaten Aceh Tengah dan SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana serta memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan layak.

Hal ini juga menjadi bagian dari upaya nasional dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan terdampak bencana yang ditargetkan tuntas secara bertahap tahun 2026.

Baca juga: Wujudkan Sekolah Aman, Mendikdasmen Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman

Di SD Negeri 12 Bintang, Mendikdasmen meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Program ini untuk memulihkan infrastruktur pendidikan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda wilayah dataran tinggi Gayo.

“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti di Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026).

Dalam kunjungan kerjanya, dia meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak bencana, termasuk satuan pendidikan yang masih melaksanakan pembelajaran di ruang darurat. Pemerintah menegaskan akan merelokasi sekolah yang berada di zona rawan bencana dan mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan baru.

Terkait kondisi SMP Negeri 22, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang rusak berat dan sudah berapa kali tertimpa longsor, Mendikdasmen menyampaikan bahwa bangunan sekolah tersebut sudah tidak memungkinkan untuk digunakan.

Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merelokasi sekolah ke lokasi baru yang telah disiapkan. “Insyaallah sekolah akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,” katanya.

Untuk SD Negeri 12 Bintang yang terkena longsor di bagian belakang bangunan, Kemendikdasmen akan memberikan bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru.

Sehari sebelumnya pada Rabu (28/1/2026), Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan yang terpusat di SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Sekolah tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi satuan pendidikan terdampak bencana yang dilaksanakan sesuai standar keselamatan bangunan dan kebutuhan pembelajaran.

Pemerintah berharap upaya revitalisasi ini dapat memperkuat pemerataan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas sekaligus memastikan pemulihan pendidikan pascabencana berjalan berkelanjutan khususnya di daerah terdampak.

Hingga saat ini, dari hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025, jumlah sekolah yang telah rampung 100 persen dibangun dan direhabilitasi sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah. Seluruhnya siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sejalan dengan penguatan infrastruktur fisik, Mendikdasmen mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Sekolah-sekolah yang telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan dukungan konektivitas internet, termasuk layanan internet berbasis satelit mengatasi kendala geografis di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Abdul Mu’ti bakal terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan pendukung, termasuk pembangunan ruang guru dan rumah dinas guru guna menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.

Dampak revitalisasi tersebut dirasakan sangat berarti bagi satuan pendidikan. Seperti yang diungkapkan SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, Yusbida, dan Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Bener Meriah, Marhamah.

Menurut pengakuan keduanya, sebelum ada program revitalisasi, sekolah mereka menghadapi keterbatasan dan kerusakan sarana prasarana yang berdampak langsung pada proses pembelajaran. Melalui program revitalisasi, kedua sekolah itu kini memiliki ruang belajar dan fasilitas penunjang yang lebih layak, aman, dan fungsional. Hal ini diakui keduanya membuat proses pembelajaran lebih optimal dan peserta didik dapat belajar lebih nyaman.

Yusbida menuturkan sekolahnya mengalami kekurangan ruang kelas dan fasilitas pendukung. “Saya berharap program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” katanya.

Sementara, Marhamah mengungkapkan kondisi rumah ibadah sekolah dan laboratorium IPA yang rusak sehingga tidak dapat dimanfaatkan. “Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah (merehabilitasi sekolah) karena manfaatnya dirasakan nyata,” ujarnya.
(jon)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Mendikdasmen Resmikan...
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni, Anggaran Capai Rp17,5 Miliar
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan