JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendeteksi transaksi judi online (judol) tahun lalu turun menjadi Rp286,84 triliun. Ia pun menargetkan, transaksi judol tahun ini bisa berkurangan 50 persen.
Hal itu diungkapkan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana usai Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Ia menjelaskan, turunnya transaksi judol telah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Karena sinergitas dan soliditas antar lembaga kami Komdigi dan semacamnya, sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing sesuai arahan Pak Presiden kita bisa menekan hanya kurang dari Rp300 triliun, Rp286 triliun," ucap Ivan.
Baca juga: Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat? Ivan mengungkapkan, angka transaksi judol telah berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Naik terus dari tahun 2017, 2018, 2019, 2020 terus naik dan kita tekan habis hingga Rp286 triliun, itu menyelamatkan banyak sekali saudara kita di luar sana," terang Ivan.
Secara terpisah, Ivan menyampaikan, pihaknya menargetkan angka transaksi judol bisa turun hingga 50% pada tahun ini. Ia optimistis, target itu bisa tercapai lantaran koordinasi lintas instansi.
"Ya kita target turun lagi 50% lagi ya. Ya karena kita kerja sama semakin kuat kan sama teman-teman," ungkap Ivan.
(rca)