floating-PSN Wanam Papua Selatan:...
PSN Wanam Papua Selatan: Jalan 135 Km hingga Fasilitas Logistik Terus Dikerjakan
PSN Wanam Papua Selatan:...
PSN Wanam Papua Selatan: Jalan 135 Km hingga Fasilitas Logistik Terus Dikerjakan
Rabu, 04 Februari 2026 - 22:40 WIB
MERAUKE - Pembangunan infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus dikebut. Sejumlah fasilitas utama, mulai dari dermaga multipurpose, warehouse, hingga tangki bahan bakar High Speed Diesel (HSD), saat ini tengah dalam tahap pengerjaan.

Saat ini aktivitas alat berat masih berlangsung. Kawasan pesisir Wanam tampak dipenuhi jalan proyek, material baja, serta bangunan yang masih dalam proses konstruksi. Dermaga multipurpose terlihat memanjang ke laut dan disiapkan sebagai jalur utama distribusi logistik.

Baca juga: Kemendagri Dukung PSN Melalui Optimalisasi Kebijakan Fiskal

Di darat, dua fasilitas penting tengah dibangun, yakni Warehouse Multipurpose dan tangki HSD. Tangki HSD berbentuk silinder berdiameter besar tampak menonjol di area proyek. Sementara itu, rangka baja warehouse mulai berdiri di atas lahan yang sebagian masih tergenang air hujan.

Selain pembangunan fasilitas utama, proyek ini juga mencakup pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer yang direncanakan terhubung hingga Kota Merauke. Saat ini, akses jalan tersebut masih digunakan khusus untuk kendaraan pengangkut material proyek.

Tim Project Wanam Gawang Kurniawan mengatakan, tangki HSD dan warehouse disiapkan sebagai penopang utama operasional dermaga ke depan. Tangki HSD dirancang memiliki kapasitas 1 x 5.000 meter kubik.

Gawang menyebut pembangunan tangki HSD ditargetkan rampung pada April atau Mei 2026. Sementara itu, dua unit Warehouse Multipurpose dengan ukuran masing-masing 50 x 100 meter ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2026.

“Target kami untuk HSD Tank selesai di bulan April atau Mei. Kemudian ada Warehouse Multipurpose berkapasitas 50 x 100 meter sebanyak dua unit. Targetnya selesai di pertengahan tahun sekitar Mei atau Juni,” kata Gawang, Rabu (4/2/2026).

Warehouse akan difungsikan sebagai gudang serbaguna untuk mendukung kebutuhan logistik. Adapun tangki HSD akan terhubung langsung dengan dermaga melalui jalur pipa.

Deputi Manager Project WIKA Antonius Kurnianto mengungkapkan progres pembangunan tangki HSD telah mencapai 70%. “Pengerjaan HSD Tank berkapasitas 5.000 ton saat ini progresnya sudah mencapai 70%. Pekerjaan yang tersisa antara lain bagian atap tangki serta fasilitas pipa dan pendukung lainnya,” ujar Antonius.

Untuk pembangunan warehouse multipurpose, progresnya saat ini mencapai 59%. “Gudang saat ini progresnya 59%, dihitung dari material yang sudah datang dan pekerjaan di lapangan. Seluruh material sudah tersedia, dan saat ini kami fokus pada pekerjaan erection serta pengecoran lantai,” katanya.

Tangki HSD akan menjadi pusat distribusi bahan bakar untuk mendukung operasional kawasan PSN Wanam. “HSD Tank ini untuk BBM. Nantinya dari jetty standar akan dialirkan melalui jalur pipa menuju HSD Tank, kemudian distribusinya dilakukan pihak owner,” kata Antonius.

Meski demikian, pembangunan di kawasan pesisir Papua Selatan masih menghadapi kendala cuaca. “Pada Desember hingga Februari, wilayah Papua mengalami angin kencang sehingga kami harus berhati-hati dalam proses setting dan pekerjaan konstruksi,” ujarnya.

Di balik pembangunan PSN Wanam, terdapat peran swasta sebagai mitra pemerintah, salah satunya Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam).

“Dalam benak saya hanya terlintas bagaimana gagasan Presiden Prabowo Subianto bisa tercapai. Bagaimana pun caranya agar satu juta hektare bisa terealisasi dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi. Bagaimana pun caranya satu juta hektare harus terealisasi,” kata Haji Isam.

Dia menegaskan keterlibatannya dalam proyek tersebut merupakan penugasan negara. “Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya,” katanya saat memantau kedatangan ekskavator di Wanam, beberapa waktu lalu.

Pemerintah menegaskan PSN Wanam bukan proyek swasta melainkan program nasional. Dansatgas Pangan BKO Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan proyek ini bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ini adalah program nasional, proyek pemerintah. Karena dia proyek nasional, tentu tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad saat sosialisasi di Kampung Uli-Uli, Distrik Ilwayab, Merauke.
(jon)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi