floating-Moodys Turunkan Outlook...
Moody's Turunkan Outlook Utang RI Jadi Negatif, IHSG Dibuka Ambruk ke 7.919
Moodys Turunkan Outlook...
Moody's Turunkan Outlook Utang RI Jadi Negatif, IHSG Dibuka Ambruk ke 7.919
Jum'at, 06 Februari 2026 - 09:46 WIB
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dibuka merosot tajam pada perdagangan Jumat (6/2/2026), pasca Moody's Rating turunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 WIB, IHSG langsung terjun bebas ke level 7.900,29, berkurang 203,59 poin atau setara dengan pelemahan 2,51%.

Sejak bel pembukaan berbunyi, IHSG belum mampu mempertahankan posisinya di level psikologis 8.000. Indeks bergerak di rentang harian 7.888,48 hingga 7.945,43. Nilai transaksi di awal sesi terpantau cukup padat mencapai Rp1,017 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,847 miliar saham.

Baca Juga: Moody's Sorot Danantara hingga Pangkas Kredit Indonesia jadi Negatif, Ini Kata Pemerintah

Mengutip IDX Mobile, pada pembukaan pagi ini tercatat sebanyak 486 saham melemah, hanya 80 saham yang menguat, dan 392 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp14.269 Triliun.

Seluruh sektor saham terpantau bergerak di zona merah. Sektor Teknologi memimpin kejatuhan dengan koreksi sebesar 3,79%, disusul oleh sektor Barang Baku yang terpangkas 3,19%, dan sektor Konsumer Non-Primer yang turun 3,15%.

Koreksi ini juga menyeret indeks-indeks blue chip. Indeks LQ45 tercatat turun 2,02% ke level 812,62, sementara indeks IDX30 melemah 1,82% ke posisi 424,7.

Di tengah aksi jual massal, beberapa saham tetap mencatatkan kenaikan signifikan (Top Gainers), seperti XPLQ (Pinnacle Persada Investama) melesat 24,07% ke Rp670, NZIA (Nusantara Almazia Tbk.) naik 19,57% ke Rp220.

Sebaliknya jajaran saham yang tertekan paling dalam (Top Losers) yaitu, PADI (Minna Padi Investama) anjlok 15,00% ke Rp85. FILM (MD Entertainment Tbk.) turun tajam 14,14% ke Rp6.525, RMKE (RMK Energy Tbk.) terkoreksi 13,96% ke Rp3.760.

Baca Juga: IHSG Menguat Tipis ke 8.161 di Awal Perdagangan, Asing Masih Net Sell



Sekedar informasi tambahan, penurunan peringkat oleh Moodys Ratings ini didasari pada kekhawatiran stabilitas kebijakan di bawah Presiden Prabowo Subianto. Perubahan outlook tersebut diumumkan menyusul aksi jual besar-besaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu. Hal tersebut terkait dengan kekhawatiran investor terhadap kelayakan investasi atas saham-saham Indonesia.

Moody's menambahkan, jika tren ini berlanjut, kondisi tersebut dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun sejak lama, yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan