floating-Purbaya Sebut APBN Masih...
Purbaya Sebut APBN Masih Sanggup Bayarin Utang Kereta Whoosh
Purbaya Sebut APBN Masih...
Purbaya Sebut APBN Masih Sanggup Bayarin Utang Kereta Whoosh
Jum'at, 13 Februari 2026 - 23:15 WIB
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, saat ini Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) masih sanggup untuk menekan beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh . Bahkan dengan utang whoosh, APBN dipastikan belum menyentuh batas defisit 3% dari PDB.

"APBN kita kan cukup untuk itu (selesaikan utang whoosh), tanpa melewati 3 persen (defisit APBN terhadap PDB), pasti ada atau kita lakukan penghematan di tempat lain," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Purbaya Sebut Belum Diundang soal Utang Whoosh Ditanggung APBN



Namun demikian Purbaya mengaku hingga saat ini belum ada arahan dari Presiden Prabowo untuk menggulirkan APBN untuk menyelesaikan utang Kereta Cepat. Sehingga masih menunggu Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk melakukan restrukturisasi penyelesaian utang.

"Tadi belum ada pembahasan. Saya akan tunggu sampai dapat berita terakhir dari Pak Rosan. Tapi pada dasarnya begitu diputuskan Presiden, saya akan eksekusi," lanjutnya.

Purbaya memastikan proses penyelesaian utang whoosh akan dilakukan secara hati-hati dan tidak akan mengganggu ruang fiskal maupun program-program yang akan dijalankan oleh Pemerintah. Baca Juga: Terganjal Utang Whoosh, AHY Blak-blakan soal Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya



"Saya akan beresin supaya semuanya berlangsung smooth. Tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan informasi dari Pak Rosan, jadi saya akan tunggu dulu," tambahnya.

Sebelumnya Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, penyelesaian masalah utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh sudah masuk dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025.

Dony menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait utang hingga kerugian yang saat ini masih dimiliki oleh perusahaan patungan dengan China itu.

"Sedang kita lakukan penjajakan, tentu akan kita bereskan (utang kereta cepat) proses itu. Kemarin kan Dirut KAI juga sudah menyampaikan di DPR, kita bereskan, masuk dalam RKAP kita tahun ini," ujarnya saat ditemui di Smesco, Jumat (22/8/2025).

Beban utang PT KCIC menjadi sorotan disamping pendapatan yang minim. Tercatat, perusahaan itu masih menelan kerugian sebesar Rp1,6 triliun pada semester I 2025. Jumlah ini berkurang jika dibandingkan kerugian pada Semester I 2024 sebesar Rp2,3 triliun.

Sekedar informasi, PT KCIC merupakan perusahaan patungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Komposisinya, PT PSBI memiliki 60% saham atas Whoosh, sedangkan Beijing Yawan HSR Co. Ltd memegang porsi 40%. PT KAI dalam hal ini menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 58,53%.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN