floating-MPSI: KKB Penjahat Kemanusiaan,...
MPSI: KKB Penjahat Kemanusiaan, Teror Brutal bagi Rakyat Papua
MPSI: KKB Penjahat Kemanusiaan,...
MPSI: KKB Penjahat Kemanusiaan, Teror Brutal bagi Rakyat Papua
Minggu, 15 Februari 2026 - 21:54 WIB
PAPUA - Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) Noor Azhari mengecam aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air di Boven Digoel. Tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) merupakan kejahatan kemanusiaan dan bentuk teror brutal terhadap rakyat Papua.

“Penembakan hingga tewas awak pesawat sipil yang menjalankan misi pelayanan publik adalah tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Perbuatan keji KKB ini merupakan bentuk teror bersenjata yang menyasar warga sipil tak bersalah,” ujar Noor, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Jenderal Sigit Instruksikan Segera Tangkap Pelaku Penembakan Pilot Smart Air

Menurut dia, pesawat perintis dan awak penerbangan di Papua justru menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.

"Karena itu, serangan terhadap pilot dan kopilot sama artinya dengan menyerang kepentingan hidup rakyat Papua," katanya.

Dia menilai kekerasan tersebut bukan insiden tunggal. KKB telah berulang kali menunjukkan pola kekerasan sistematis dengan menyasar warga sipil, tenaga pelayanan publik, hingga aparat keamanan.

“Ini adalah kejahatan kemanusiaan nyata yang melampaui batas konflik apa pun di muka bumi,” ucapnya.

Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) Max Ohee menegaskan dari sudut pandang hak asasi manusia, aksi penembakan KKB sama sekali tidak dapat dibenarkan.

“Ini merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Keberadaan maskapai penerbangan dan aparat keamanan di Papua untuk melayani masyarakat, bukan musuh,” ujar Max.

Dia menyoroti rangkaian aksi kekerasan lain yang dilakukan KKB, termasuk penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo serta anggota TNI di Mimika yang semakin menegaskan karakter KKB sebagai ancaman serius bagi keselamatan rakyat Papua.

Sikap MRP sebagai representasi kultural masyarakat Papua membuktikan bahwa kekerasan KKB tidak pernah mewakili aspirasi orang Papua. Dia mendesak negara bertindak tegas, terukur, dan konsisten, guna menghentikan teror bersenjata yang terus memakan korban sipil.

“Rakyat Papua berhak hidup aman dan bermartabat tanpa bayang-bayang teror senjata. Negara tidak boleh kalah oleh kejahatan kemanusiaan,” katanya.
(jon)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua