floating-Powertrain HORSE Teknologi...
Powertrain HORSE Teknologi Paling Mudah Ubah EV Jadi Hybrid
Powertrain HORSE Teknologi...
Powertrain HORSE Teknologi Paling Mudah Ubah EV Jadi Hybrid
Kamis, 19 Februari 2026 - 12:11 WIB
LONDON - Industri otomotif global kini memasuki fase transisi yang lebih realistis, di mana kendaraan listrik (EV) tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya solusi mutlak.

Pada saat yang sama, teknologi hibrida dan penambah jangkauan kembali mendapat perhatian sebagai solusi transisi yang lebih praktis.

Sejalan dengan perubahan ini, Horse Powertrain telah menghadirkan dua pendekatan powertrain baru yang berfokus pada efisiensi, fleksibilitas, dan integrasi yang mudah dengan platform EV yang sudah ada.

Pendekatan ini membuka ruang bagi produsen untuk mengubah EV menjadi model hibrida tanpa harus mengembangkan platform yang sepenuhnya baru.

Horse Powertrain baru-baru ini memperkenalkan Future Hybrid Powertrain, sistem powertrain "all-in-one" yang dirancang untuk dipasang langsung pada platform BEV.

Pada dasarnya, unit ini menggantikan motor listrik dan transmisi depan EV dengan kombinasi mesin bensin dan sistem hibrida. Melalui metode ini, produsen dapat mengubah model EV menjadi varian hibrida dengan biaya pengembangan yang lebih terjangkau.

Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi pasar yang masih membutuhkan mesin pembakaran internal untuk mendukung elektrifikasi.

Menariknya, sistem ini hadir dalam dua versi, Performance dan Ultra-Compact. Varian Performance berukuran sekitar 740 mm dan menggunakan dua motor listrik, satu pada poros keluaran mesin dan yang lainnya pada poros transmisi.

Sementara itu, versi Ultra-Compact lebih kecil dengan lebar 650 mm dan menggunakan satu motor listrik di antara mesin dan transmisi.

Horse juga merencanakan versi tiga silinder yang lebih sempit, sehingga mempermudah proses pengemasan di ruang mesin yang terbatas.

Kedua varian menggunakan mesin empat silinder 1,5 liter dengan transmisi hibrida dan modul elektronik daya lengkap, termasuk konverter DC/DC, pengisi daya onboard, dan dukungan sistem 800V.

Tata letaknya dipasang melintang dengan profil atas yang lebih tipis untuk memenuhi persyaratan keselamatan tabrakan.

Bahkan, unit ini juga dapat dikombinasikan dengan motor listrik pada poros belakang untuk menciptakan sistem penggerak semua roda (AWD).

Dari segi aplikasi, mesin ini dapat digunakan untuk konfigurasi hybrid penuh, hybrid plug-in, atau EV dengan jangkauan yang diperluas.

Dari perspektif teknik, Horse juga menekankan aspek pengemasan komponen. Desain unit ini memungkinkan overhang depan dikurangi hingga 150 mm dibandingkan dengan sistem hybrid konvensional.

Selain itu, banyak komponen EV asli seperti sistem pendingin udara dan modul pendukung lainnya dapat dipertahankan pada posisi aslinya, sehingga memudahkan proses integrasi dan produksi.

Sedangkan untuk bahan bakar, mesin ini tidak hanya dapat menggunakan bensin, tetapi juga mendukung etanol E85, metanol M100, dan bahan bakar sintetis.

Dalam pengembangan terkait, Horse Powertrain juga telah mengembangkan prototipe mesin hybrid efisiensi tinggi lainnya yang dikenal sebagai Konsep H12.

Mesin ini dirancang dengan rasio kompresi tinggi 17:1 dan dikatakan mampu mencapai efisiensi termal rem hingga 44,2 persen, angka yang sangat kompetitif untuk mesin pembakaran internal modern.

Dengan dukungan sistem EGR generasi baru, turbo yang dioptimalkan, dan sistem pengapian daya tinggi, mesin ini ditargetkan untuk memaksimalkan konsumsi energi dan mengurangi pemborosan panas.

Menurut Horse, mesin H12 Concept berpotensi mencapai konsumsi bahan bakar hingga 71 mpg (berdasarkan siklus WLTP Eropa), tergantung pada konfigurasi kendaraan.

Mesin ini juga dirancang untuk beroperasi dengan bahan bakar terbarukan sepenuhnya, mendukung target pengurangan emisi tanpa harus menunggu transisi penuh ke kendaraan listrik (EV).

Pengembangan proyek ini juga melibatkan kolaborasi dengan Repsol, dan beberapa prototipe telah selesai dan melewati proses validasi awal.

Secara keseluruhan, arah yang diambil oleh Horse Powertrain menunjukkan bahwa teknologi hibrida generasi berikutnya masih memiliki ruang besar dalam lanskap mobilitas masa depan.

Dengan pendekatan modular, fleksibel, dan mudah diintegrasikan pada platform EV, produsen kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

Dalam beberapa tahun mendatang, powertrain hibrida yang sangat efisien seperti ini diharapkan menjadi jembatan penting antara dunia mesin konvensional dan elektrifikasi penuh
(wbs)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV