floating-Gorengan Jadi Menu Favorit...
Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Bahaya Kesehatan yang Mengintai
Gorengan Jadi Menu Favorit...
Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Bahaya Kesehatan yang Mengintai
Jum'at, 20 Februari 2026 - 14:41 WIB
JAKARTA - Buka puasa menjadi momen yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan haus. Tak heran jika banyak orang langsung tergoda menyantap gorengan sebagai menu pembuka.

Rasanya yang gurih, teksturnya renyah, serta mudah ditemukan di mana saja membuat gorengan seolah menjadi hidangan wajib saat berbuka.

Namun di balik kenikmatannya, kebiasaan berbuka dengan gorengan ternyata bisa membawa dampak kurang baik bagi kesehatan. Setelah berpuasa seharian, tubuh sebenarnya membutuhkan asupan yang ringan, mudah dicerna, dan mampu mengembalikan energi secara bertahap.

Baca juga: 5 Makanan yang Bahaya Bagi Tubuh Jika Diminum Bareng Kopi, Jeruk hingga Gorengan!

Sebaliknya, gorengan cenderung tinggi lemak dan kalori, serta sering kali digoreng menggunakan minyak yang dipakai berulang kali.

Jika dikonsumsi sesekali mungkin tidak menjadi masalah besar. Namun, apabila hampir setiap hari berbuka diawali dengan gorengan, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat.

Baca juga: 10 Kota di Indonesia dengan Konsumsi Gorengan Tertinggi, Batang Posisi Pertama

Berikut lima risiko kesehatan yang perlu diwaspadai jika terlalu sering berbuka puasa dengan gorengan:

5 Risiko Kesehatan Bila Buka Puasa Pakai Gorengan

1. Gangguan Pencernaan

Saat berpuasa, lambung dalam kondisi kosong selama berjam-jam. Mengisi perut secara tiba-tiba dengan makanan tinggi lemak seperti gorengan dapat membuat sistem pencernaan “kaget”. Akibatnya, perut bisa terasa kembung, mual, hingga nyeri lambung. Makanan berminyak juga lebih sulit dicerna sehingga memperlambat proses pengosongan lambung.

2. Asam Lambung Naik (GERD)

Gorengan mengandung lemak tinggi yang dapat memicu relaksasi katup lambung. Kondisi ini berisiko menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan atau dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD). Gejalanya meliputi rasa terbakar di dada (heartburn), mual, hingga rasa pahit di mulut. Bagi yang memiliki riwayat maag atau GERD, kebiasaan ini perlu lebih diwaspadai.

3. Lonjakan Gula Darah

Banyak gorengan dibuat dari tepung putih yang memiliki indeks glikemik cukup tinggi. Saat dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, makanan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, lalu turun drastis. Dampaknya, tubuh terasa lemas dan mudah lapar kembali setelah berbuka. Dalam jangka panjang, pola ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme.

4. Risiko Kolesterol dan Penyakit Jantung

Gorengan umumnya dimasak dengan minyak dalam jumlah banyak, bahkan sering kali menggunakan minyak yang dipakai berulang kali. Proses ini dapat menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh. Konsumsi lemak trans berlebihan berkaitan dengan peningkatan kolesterol jahat (LDL) serta risiko penyakit jantung. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan kardiovaskular.

5. Berat Badan Naik

Gorengan mengandung kalori tinggi tetapi nilai gizinya relatif rendah. Jika hampir setiap hari berbuka dengan gorengan, asupan kalori bisa berlebihan tanpa disadari. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penumpukan lemak tubuh dan kenaikan berat badan.

Karena itu, penting untuk lebih bijak dalam memilih menu berbuka puasa. Mengawali buka puasa dengan air putih, kurma, atau makanan ringan yang lebih sehat dapat membantu tubuh beradaptasi secara bertahap setelah seharian berpuasa.
(nnz)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Takjil MIND ID Membuka...
Takjil MIND ID Membuka Ruang Bedah Data Kebijakan Strategis
Wabup Batang Suyono...
Wabup Batang Suyono Rutin Bagikan 200 Paket Takjil dan Sembako
Latih Kaum Ibu Bikin...
Latih Kaum Ibu Bikin Takjil Viral di Bekasi, Sandiaga Uno: Raih Cuan di Bulan Penuh Berkah
Jalur Mudik Kalimalang...
Jalur Mudik Kalimalang Bekasi Dipadati Kendaraan Jelang Berbuka Puasa
Program Ramadan NLP...
Program Ramadan NLP Institute Indonesia Dapat Sambutan Positif Pimpinan LPKA