JAKARTA - SiCepat Ekspres menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% tahun ini seiring transformasi bisnis dan restrukturisasi manajemen. Strategi tersebut ditempuh melalui ekspansi pasar segmen B2B, penguatan jaringan retail, hingga pengembangan layanan pengiriman internasional.
"Kami melakukan transformasi bisnis agar lebih adaptif terhadap dinamika industri. Melalui ekspansi segmen B2B, optimalisasi retail, serta pengembangan layanan internasional, kami ingin menghadirkan solusi logistik yang semakin relevan dan kompetitif," ujar CEO SiCepat Ekspres Barry Lim dalam konferensi pers, dikutip Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Dukung Angkutan Lebaran, KAI Logistik Kirim 12 Lokomotif ke Jawa Barry menjelaskan, transformasi difokuskan pada penguatan fundamental perusahaan serta akselerasi pertumbuhan berkelanjutan. Selama lebih dari satu dekade, SiCepat telah berkembang menjadi salah satu pelaku logistik utama di segmen e-commerce dan social commerce di Indonesia.
Penguatan lini bisnis B2B dilakukan melalui layanan logistik yang menangani kebutuhan supply chain, distribusi, hingga custom logistic. Langkah ini diarahkan untuk menangkap peluang di sektor manufaktur, FMCG, retail chain, serta industri lain yang memerlukan distribusi skala besar dan proses logistik terintegrasi.
Di sisi retail, perusahaan mengoptimalkan kanal online melalui SiCepat Apps dan SiCepat Dashboard untuk segmen C2C dan B2C. Selain itu, ekspansi jaringan retail offline dilakukan lewat mitra sales dan drop point dengan target cakupan nasional pada kuartal II tahun ini.
Perusahaan juga memperluas layanan pengiriman internasional yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal II 2026 guna memenuhi kebutuhan logistik lintas negara yang terus meningkat.
Baca Juga: Titik Temu Tradisi dan Modernitas: Kisah Ramadan Masa Kini dalam Shopee Big Ramadan Sale 2026 Pada 2025, SiCepat mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16%. Dengan strategi ekspansi dan transformasi yang dijalankan, perseroan optimistis dapat mencapai target kenaikan revenue 25% pada 2026. Manajemen juga menyampaikan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa pembagian takjil dan donasi masjid di 12 wilayah operasional selama Ramadan.
(nng)