floating-Anjlok 1,62%, IHSG Sore...
Anjlok 1,62%, IHSG Sore Ini Tumbang ke Level 7.500-an
Anjlok 1,62%, IHSG Sore...
Anjlok 1,62%, IHSG Sore Ini Tumbang ke Level 7.500-an
Jum'at, 06 Maret 2026 - 17:05 WIB
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke zona merah pada sesi terakhir perdagangan. IHSG hari ini turun 124,85 poin atau 1,62% ke level 7.585.

Pada penutupan perdagangan, Jumat (6/3/2026), terdapat 181 saham menguat, 581 saham melemah dan 196 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp17,6 triliun dari 31,1 miliar saham yang diperdagangkan.

Baca Juga: IHSG Ambruk Makin Parah, Sesi Siang Terjun Bebas 2,61% ke 7.509

Indeks LQ45 turun 1,49% ke 776, indeks JII turun 1,42% ke 506, indeks IDX30 turun 2,13% ke 410 dan indeks MNC36 turun 2,40% ke 320.

Kemudian indeks sektoral kompak berada di zona merah yaitu konsumer siklikal, keuangan, transportasi, industri, energi, bahan baku, properti, teknologi, konsumer non siklikal, infrastruktur, dan kesehatan.

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 24,65% ke Rp885, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 24,53% ke Rp660, dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 17,67% ke Rp6.325.

Baca Juga: 454 Saham Malas Bergerak, IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 7.699

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain PT MD Entertainment Tbk (FILM) turun 15% ke Rp4.420, PT Pikko Land Development Tbk (RODA) turun 14,86% ke Rp63 dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) turun 14,86% ke Rp63.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026