SEMARANG - Sebanyak 7.000
takjil dibagikan oleh para peserta Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Kamis 5 Maret 2026. Takjil dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan Masjid Agung Jawa Tengah
(MAJT). Kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari pembinaan karakter yang ingin ditanamkan kepada para aktivis Rohis.
Baca juga: Kemenag Gandeng Aktivis Rohis Se-Indonesia Cetak Pemimpin Berkarakter lewat Kurikulum Cinta “Pesantren Ramadan ini tidak hanya memberikan penguatan spiritual dan intelektual kepada para peserta, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, para pelajar belajar langsung bagaimana berbagi dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Direktur Pendidikan Agama Islam diDirektorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Ditjen Pendis Kemenag) M Munir dalam keterangannya dikutip Sabtu (7/5/2026).
Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya religius secara personal, tetapi juga memiliki empati dan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitarnya.
Aksi berbagi takjil tersebut pun mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara yang melintas menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang terlibat.
Baca juga: Kongres Rohis Nasional I Ditutup, Menag: Pemimpin Muda Harus Kuasai Ilmu Melalui kegiatan ini, Pesantren Ramadan Rohis Indonesia tidak hanya menjadi ruang pembinaan spiritual dan intelektual bagi pelajar, tetapi juga mendorong generasi muda untuk aktif berkontribusi bagi masyarakat, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan.
Program ini juga melengkapi berbagai rangkaian kegiatan lainnya, seperti penguatan moderasi beragama, literasi ekonomi syariah, peluncuran Wakaf Rohis Indonesia, serta gerakan ekoteologi melalui penanaman pohon di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah.
Aksi sosial ini yang diinisiasi oleh Kemenag ini melibatkan lebih dari 7.000 siswa jenjang SMA, SMK, dan SMP se-Kota Semarang. Selain peserta lokal, kegiatan ini juga diikuti perwakilan Rohani Islam (Rohis) dari seluruh provinsi di Indonesia.
Setiap provinsi mengirimkan dua siswa untuk mengikuti rangkaian Pesantren Ramadan yang difokuskan pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial generasi muda.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat adalah aksi berbagi takjil. Para peserta Rohis turun langsung ke jalan untuk membagikan makanan berbuka puasa kepada pengendara dan masyarakat sekitar menjelang waktu berbuka.
(shf)