floating-Pertamina Cari Alternatif...
Pertamina Cari Alternatif Sumber Impor BBM di Tengah Konflik Timur Tengah
Pertamina Cari Alternatif...
Pertamina Cari Alternatif Sumber Impor BBM di Tengah Konflik Timur Tengah
Jum'at, 13 Maret 2026 - 14:11 WIB
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan stok energi nasional menyusul potensi terganggunya distribusi minyak akibat konflik yang terjadi di Iran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mencari sumber impor energi alternatif dari berbagai kawasan di luar Timur Tengah.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan perusahaan telah menyiapkan strategi untuk memastikan pasokan energi tetap aman di tengah dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi rantai pasok minyak dunia.

“Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus,” kata Simon dalam konferensi pers di Jakarta sebagaimana dikutip pada Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Tekan Harga Tiket Pesawat, Pertamina Diskon Harga Avtur 10% di 37 Bandara

Menurutnya, Pertamina tidak hanya bergantung pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Perusahaan telah melakukan diversifikasi sumber impor dengan menggandeng pemasok dari berbagai wilayah lain. Ia menjelaskan bahwa selama ini Pertamina juga memperoleh pasokan energi dari sejumlah negara di Afrika hingga Amerika Serikat.

"Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah

Diketahui, ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat perang yang melibatkan AS-Israel dengan Iran memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Selat tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dari negara-negara produsen di Timur Tengah ke berbagai negara konsumen.

Pemerintah mencatat sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia dikirim melalui jalur Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat stabilitas kawasan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan energi nasional.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah