floating-Hemat Imbas Perang Timur...
Hemat Imbas Perang Timur Tengah, Golkar: Jika Negara Membutuhkan, Kami Siap Dipotong Gaji
Hemat Imbas Perang Timur...
Hemat Imbas Perang Timur Tengah, Golkar: Jika Negara Membutuhkan, Kami Siap Dipotong Gaji
Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:24 WIB
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji menyatakan, kadernya yang berada di eksekutif dan legislatif siap dipotong gaji bila hal itu diperlukan. Sikap ini sekaligus merespons langkah Presiden Prabowo Subianto yang tengah mengkaji langkah penghematan imbas perang yang terjadi di Timur Tengah .

"Jika negara membutuhkan, kami siap dipotong gaji," ujar Sarmuji saat dihubungi, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Sarmuji, langkah pemotongan gaji bukanlah sekadar penghematan belaka, melainkan kepekaan terhadap kondisi yang ada. "Ini bukan sekadar soal penghematan tetapi bentuk kesediaan kita untuk peka terhadap kondisi," tegas Sarmuji.

Baca Juga: Hemat BBM Efek Perang AS-Iran, Prabowo Beri Lampu Hijau WFH Jadi Opsi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengkaji langkah-langkah penghematan imbas perang yang terjadi di Timur Tengah. Menurut Prabowo, sejumlah negara telah melakukan kebijakan penghematan. Salah satunya adalah negara Pakistan yang memotong gaji menteri hingga anggota DPR.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Selain kebijakan tersebut, pemerintah Pakistan memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian dan mewajibkan agar 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari. Pakistan juga menghentikan sementara berbagai belanja negara seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan hingga mebel di lembaga pemerintahan.

"Mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," katanya.

Langkah penghematan lainnya meliputi pengurangan kunjungan kerja, pembatasan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial, serta penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi.

Meski demikian, Prabowo menegaskan berbagai kebijakan tersebut baru sebatas contoh yang bisa dikaji atau dipelajari oleh pemerintah Indonesia sebelum memutuskan langkah yang akan diterapkan di dalam negeri.

"Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan, saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat, tapi kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit," ujarnya.
(zik)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit