JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi
Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (19/3/2026) mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di momen arus mudik Lebaran sejauh ini mengalami penurunan sebanyak 40% ketimbang tahun lalu.
Ada beberapa hal yang dilakukan kepolisian untuk meminimalisir kecelakaan saat mudik, di antaranya seperti yang dilakukan Polres Metro Tangerang Kota, yang menerjunkan tim kedokteran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada supir dan pemudik.
Melihat hasil tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni pun turut mengapresiasi Kapolri beserta jajaran. Politikus Nasdem itu menilai banyak Polres yang melakukan terobosan guna mengantisipasi kecelakaan.
Baca juga: Pemudik Kecelakaan Tunggal di Jalan Arteri Cirebon, Polisi: Ingat, Nenek Moyang Kita Pelaut, Bukan Pembalap “Saya mengapresiasi langkah Polres Metro Tangerang Kota, serta Polres di wilayah lainnya, yang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada sopir dan pemudik. Ini adalah bentuk antisipasi dari berbagai kecelakaan lalu lintas yang kerap kali terjadi saat mudik," ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
"Kita tahu, perjalanan panjang dan lalu lintas yang padat saat mudik sangat bisa menyebabkan kecelakaan. Karenanya kondisi supir dan pemudik yang fit dan sehat ini sangat penting. Dalam hal ini, antisipasi Polri luar biasa,” sambungnya.
Lihat video: Kecelakaan Beruntun Libatkan 4 Pemudik, Arus Mudik Diwarnai Duka
Sahroni pun berharap banyak Polres dan Polsek yang terus melakukan gebrakan pencegahan selama arus mudik hingga arus balik nanti. “Dalam statementnya Pak Kapolri hari ini disebutkan bahwa angka kecelakaan mudik sejauh ini turun hingga 40%," ujar Sahroni.
"Ini patut diapresiasi dan inisiatif-inisiatif seperti yang dilakukan Polres Metro Tangerang Kota termasuk hal yang berkontribusi atas penurunan ini. Jadi tentu kita tunggu inisiatif serupa dari jajaran kepolisian lainnya,” imbuhnya.
Dia berpendapat, merupakan bentuk perhatian yang penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan. Selain itu, kata dia, pemudik juga berhak menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat, tanpa gangguan apa pun termasuk praktik pungli yang kerap meresahkan.
“Makanya, saya turut mendorong seluruh jajaran kepolisian di daerah-daerah jalur mudik untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat dan menyeluruh. Jangan sampai ada pemudik yang dipaksa bayar pungli dengan berbagai macam modus. Ini penyakit lama yang selalu kambuh. Harus ditindak tegas, agar masyarakat bisa benar-benar merasa aman dan nyaman selama perjalanan mudik,” katanya.
(cip)