floating-Arus Mudik-Balik Lebaran...
Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Analis: Bukti Nyata Kinerja Polri
Arus Mudik-Balik Lebaran...
Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Analis: Bukti Nyata Kinerja Polri
Jum'at, 27 Maret 2026 - 18:23 WIB
JAKARTA - Arus mudik dan balik Lebaran 2026 dianggap aman dan lancar. Polri mencatatkan capaian positif dengan penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,41 persen meski volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Analis Kebijakan Publik dan Politik Nasional Nasky Putra Tandjung menilai secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Idulfitri 1447 H terjaga aman, tertib, dan kondusif. Oleh sebab itu, dia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran personel Polri atas pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berjalan lancar, sukses, dan aman.

“Keberhasilan Polri dalam menekan angka kecelakaan hingga lebih dari 30% merupakan prestasi luar biasa. Ini menunjukkan bahwa strategi pengamanan, rekayasa lalu lintas, dan pendekatan humanis yang dilakukan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Nasky dalam keterangan persnya, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Tanjakan Lingkar Gentong Selalu Jadi Momok, Pemudik Ingin Pemerintah Cari Solusi

Selain itu, Nasky juga menyoroti keberhasilan penerapan rekayasa lalu lintas seperti One Way Nasional dan inovasi One Way Sepenggal Presisi yang terbukti mampu menjaga kelancaran arus kendaraan meskipun terjadi lonjakan volume kendaraan secara signifikan. Menurut Nasky, keberhasilan operasi ini merupakan bukti komitmen kuat institusi kepolisian dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) selama operasi ketupat 2026 dalam kondisi aman dan terkendali.

“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society) Kami sangat menghargai kerja keras, tugas mulia, dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan seluruh jajarannya kepada masyarakat dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) sehingga keamanan terjaga dengan baik selama operasi ini memberikan rasa aman, tenang bagi masyarakat selama arus mudik dan balik lebaran,” kata Nasky.

Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta memaparkan, Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri dan stakeholder terkait telah memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dengan menyiagakan ribuan posko di seluruh titik strategis melibatkan 161.243 personel gabungan. Total terdapat 2.746 posko di seluruh Indonesia, terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, serta 343 Pos Terpadu.

Selanjutnya, berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, angka kecelakaan lalu lintas nasional menunjukkan tren penurunan 5,31 persen, yakni dari 2.880 perkara pada 2025, menjadi 2.727 perkara pada 2026. Jumlah fatalitas korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 30,41 persen, yakni dari 342 orang pada 2025 menjadi 238 orang pada 2026.

“Ini merupakan sebagai buah positif dari sinergi antar Polri, TNI, Pemerintah dan elemen masyarakat serta penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang Presisi sesuai arahan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” ungkapnya.

Berkaca dari hal itu, Penulis Buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata dan Dedikasi untuk Masyarakat ini menekankan bahwa sinergi antara institusi Polri dengan elemen masyarakat sangat penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan lancar. Nasky juga mengapresiasi komitmen Polri yang tidak berhenti setelah berakhirnya Operasi Ketupat.

Mengingat masih terdapat sekitar 42,29% atau sekitar 1,4 juta kendaraan yang belum kembali ke Jakarta, Polri tetap melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam memastikan keselamatan masyarakat tidak hanya saat puncak arus mudik, tetapi juga hingga seluruh masyarakat kembali ke tempat tujuan masing-masing.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral (moral force) dan komitmen Polri yang patut diapresiasi oleh semua elemen bangsa. Mereka tidak hanya fokus pada seremoni operasi, tetapi benar-benar memastikan masyarakat sampai ke rumah dengan selamat,” tegasnya.

Oleh karena itu, Nasky mengajak semua elemen masyarakat untuk terus mendukung kinerja Polri dengan tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama berkendara. “Ia berharap kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan ditingkatkan di masa mendatang, demi keselamatan bersama,” tutur dia.

“Menurutnya, Tagline Kapolri tentang Operasi Ketupat adalah mudik aman, keluarga bahagia dapat dirasakan oleh masyarakat. Polri hadir di lapangan dalam memastikan semua perjalanan baik berangkat mudik sampai tujuan dan kembalinya balik nanti dengan menjamin aman dan selamat,” sambungnya.

Nasky yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum ini menilai pelaksanaan operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tersebut berjalan dengan baik, tertib, serta menunjukkan sinergitas yang kuat antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat.

“Kami melihat komitmen yang kuat dari Korps Bhayangkara dalam melindungi dan melayani masyarakat. Profesionalisme dalam perencanaan dan pelaksanaan, serta sinergi dengan berbagai pihak, menjadi kunci keberhasilan operasi ini,” jelas Nasky.

Pria yang akrab disapa NPT itu menjelaskan, berbagai upaya konkret yang telah dilakukan kepolisian, seperti pendirian pos-pos pelayanan terpadu di sejumlah titik strategis jalur mudik. “Menurut dia, pos-pos itu tidak sekadar fasilitas pendukung, tetapi menjadi ruang kemanusiaan bagi para pemudik untuk beristirahat, melepas lelah, hingga mendapatkan layanan kesehatan dan informasi perjalanan,” ucap dia.

Nasky menilai langkah-langkah strategis yang dilakukan Polri menunjukkan komitmen kuat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik. “Persiapan yang matang ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tutur dia.

Ia menambahkan, tingginya rasa kepedulian petugas kepolisian terhadap keselamatan masyarakat, yang berdampak langsung pada terciptanya rasa aman dan nyaman selama momentum Idulfitri. “Pendekatan humanis ini penting. Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang mengedepankan empati dan kepedulian,” imbuhnya.

Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan standar untuk terus ditingkatkan ke depan, sehingga institusi kepolisian tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Keberhasilan ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, agar kepercayaan masyarakat terhadap aparat semakin kuat,” pungkasnya.
(rca)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
4 Kombes Pol Promosi...
4 Kombes Pol Promosi Jabatan ke Lemdiklat Polri dan Pecah Bintang dalam Mutasi Terbaru, Ini Daftar Namanya
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Pengamat Respons Pernyataan...
Pengamat Respons Pernyataan Hotman Paris: Penetapan Tersangka Tak Perlu Izin ke Presiden
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan