DAKAR - Pemerintah Senegal telah mengumumkan larangan semua perjalanan luar negeri yang tidak penting yang melibatkan para menterinya menyusul kenaikan harga minyak global akibat konflik di Iran.
Seperti dilansir dari BBC,Perdana Menteri Ousmane Sonko mengatakan bahwa harga minyak mentah saat ini hampir dua kali lipat dari perkiraan anggaran.
Menurut Ousmane, ia sendiri telah menunda kunjungan resmi ke Spanyol dan Prancis sebagai bagian dari langkah-langkah penghematan.
"Langkah-langkah tambahan untuk mengurangi pengeluaran pemerintah akan diumumkan oleh Menteri Pertambangan dalam waktu dekat," katanya saat berpidato di hadapan massa pemuda pada hari Jumat.
Langkah Senegal ini termasuk di antara respons terbaru negara-negara Afrika terhadap kenaikan harga minyak global, yang telah menyebabkan beberapa negara mengambil langkah-langkah seperti mengurangi pajak bahan bakar dan menerapkan penjatahan listrik.
Meskipun memiliki industri minyak dan gas yang berkembang, Senegal masih sangat bergantung pada impor bahan bakar.
Di tempat lain di Afrika, Afrika Selatan telah mengurangi pajak bensin untuk menekan kenaikan harga di SPBU.
Sementara itu, kekurangan bahan bakar di Ethiopia telah memaksa beberapa lembaga pemerintah untuk merumahkan staf, sementara Sudan Selatan telah mulai melakukan penjatahan listrik di ibu kotanya, Juba.
Zimbabwe juga meningkatkan kandungan etanol dalam bensinnya.
Dalam perkembangan terkait, penutupan efektif Selat Hormuz di Teluk Persia menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel atas Iran juga telah memengaruhi pasokan pupuk global, dengan sekitar 30 persen bahan penting tersebut melewati jalur tersebut.
(wbs)