floating-Selain BBM, Pasokan...
Selain BBM, Pasokan Kebutuhan Ini Akan Terganggu Akibat Selat Hormus Ditutup
Selain BBM, Pasokan...
Selain BBM, Pasokan Kebutuhan Ini Akan Terganggu Akibat Selat Hormus Ditutup
Senin, 06 April 2026 - 08:53 WIB
BEIJING - Konflik di Timur Tengah telah mengganggu aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz, yang memengaruhi sekitar seperlima pasokan energidunia.

Konsekuensinya tidak hanya mencakup kenaikan tajam harga bahan bakar, tetapi juga pengurangan pasokan produk petrokimia – bahan baku penting untuk produksi massal barang konsumsi seperti pakaian, alas kaki, dan kemasan plastik

Dampaknya dengan cepat menyebar ke pasar konsumen, khususnya di Asia – sebuah wilayah yang menyumbang lebih dari setengah output manufaktur global dan sangat bergantung pada impor energi. Harga bahan baku seperti plastik, karet, dan poliester telah meningkat tajam, sehingga memberi tekanan pada rantai pasokan.

Di Korea Selatan, terjadi pembelian panik kantong sampah, sementara pemerintah mendesak pengurangan penggunaan barang sekali pakai.

Di Jepang, pasokan perlengkapanmedisterancam oleh kekurangan selang plastik yang digunakan untuk dialisis. Produsen sarung tangan di Malaysia juga memperingatkan bahwa kekurangan bahan baku berbasis minyak bumi dapat memengaruhi pasokan global.

Para ahli meyakini dampaknya menyebar dengan cepat dari sektor energi ke barang konsumsi. Banyak produk yang familiar, seperti makanan kemasan, kosmetik, dan barang-barang rumah tangga, bergantung pada turunan minyak bumi, mulai dari kemasan plastik hingga perekat, pelarut, dan pelumas industri.

Volatilitas ini meningkatkan tekanan inflasi global dan mengancam pertumbuhanekonomi. Kenaikan biaya energi dan bahan baku mempersempit margin keuntungan bagi bisnis dan mendorong kenaikan harga. Lebih lanjut, kekurangan bahan-bahan lain dari Timur Tengah, seperti pupuk dan helium, dapat menyebabkan kenaikan harga pangan dan elektronik.

Berbagai negara telah mulai melepaskan cadangan minyak untuk mengurangi tekanan, tetapi masalah utamanya terletak pada kekurangan nafta – bahan baku penting untuk produksi plastik dan komposit, yang hanya memiliki sedikit alternatif. Banyak perusahaan petrokimia di Asia terpaksa mengurangi produksi atau menyatakan keadaan kahar (force majeure) karena kekurangan bahan baku.

Beberapa negara berupaya untuk mendiversifikasi sumber pasokan mereka, seperti Korea Selatan yang mengimpor nafta dari Rusia dan menerapkan pembatasan ekspor untuk memastikan permintaan domestik. Namun, bisnis manufaktur masih menghadapi kenaikan biaya input yang tajam, terutama di industri berstandar tinggi seperti semikonduktor, otomotif, dan kemasan medis.

Menurut data pasar, harga plastik baru di Asia telah naik hingga 59% sejak akhir Februari. Di Thailand, harga kantong plastik meningkat sekitar 10%, sementara di India, biaya produksi air minum dalam botol meningkat karena kenaikan harga tutup botol plastik yang signifikan.

Para ahli memperingatkan bahwa Asia hanyalah wilayah pertama yang terkena dampak dan krisis dapat menyebar ke wilayah lain jika pasokan dari Timur Tengah tidak segera dipulihkan.

Beberapa bisnis mulai menunda pembelian bahan baku dengan harapan harga akan turun, sementara produsen lain berupaya memangkas biaya, seperti mengurangi jumlah plastik dalam kemasan atau beralih ke bahan alternatif seperti kertas, kaca, atau aluminium. Namun, solusi ini membutuhkan waktu dan biaya yang signifikan, dan pasokan bahan alternatif masih terbatas.

Para analis meyakini bahwa meskipun situasi di Selat Hormuz segera stabil, industri plastik dan manufaktur di Asia akan membutuhkan waktu berbulan-bulan lagi untuk pulih sepenuhnya.
(wbs)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026