JAKARTA -
Film horor Aku Harus Mati tengah menjadi perbincangan publik setelah materi promosinya menuai kritik. Lantas, apakah penurunan billboard hingga protes di media sosial berdampak pada jumlah penonton di
bioskop ?
Iwet Ramadhan selaku Produser menyatakan bahwa hingga kini jumlah penonton masih berada dalam jalur yang positif.
Baca juga: Billboardnya Tuai Kontroversi, Produser Film 'Aku Harus Mati' Akhirnya Minta Maaf Menurutnya, penonton justru menunjukan respons sebaliknya jika sudah menyaksikan film ini secara langsung.
"Responsnya positif sekali. Banyak sekali anak-anak muda yang nonton bilang 'ini dia nih film horor yang kita tunggu, film horor yang memang jump scare-nya rapat lalu kemudian juga adegan gore-nya banyak'," ungkap Iwet.
Baca juga: Di Balik Cerita Horor Film Aku H arus Mati, Dihantui Perjanjian IblisDitanya data angka, Iwet enggan membeberkan detail secara spesifik. Namun, ia menegaskan bahwa film tersebut masih bersaing di minggu pertamanya.
"Kalau jumlah penonton ini sebenarnya kami masih masuk dalam benchmark dari film di minggu pertama. Saya enggak mau jawab di part itu (angka pasti), pokoknya saya bilang bahwa kita sudah masuk dalam benchmark," tegasnya.
Menurut Iwet, terlalu dini untuk menyimpulkan apakah kontroversi promosi berimbas buruk atau justru mendatangkan rasa penasaran bagi calon penonton.
"Saya enggak mau bilang karena ini terlalu awal untuk saya mengklaim bahwa tidak ada pengaruhnya gitu (antara pemberitaan dengan jumlah penonton)," jelas Iwet.
Meski sempat menghadapi kendala promosi, Iwet optimistis film ini bisa mendapat tempat di masyarakat.
"Film horor itu secara data itu adalah yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia dan itu tidak bisa dibantah," tutupnya.
(nnz)