JAKARTA - Istana Kepresidenan menanggapi terkait isu pemotongan gaji pejabat negara, termasuk
menteri dan anggota DPR RI, yang belakangan menjadi sorotan publik. Sekretaris Kabinet (Seskab)
Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menghasilkan keputusan final.
"Tanya yang menyampaikan kemarin, siapa itu?" kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Teddy menambahkan, konsep pemotongan
gaji masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat-rapat pemerintah dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Diduga Nunggak Bayar Gaji, Menteri Uganda Ditembak Mati Pengawal "Tanya kepada yang menyampaikan kemarin. Jadi intinya untuk konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini. Nanti kita lihat, belum ada keputusan apa pun," ujar dia.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa wacana tersebut memang tengah dikaji sebagai bagian dari strategi menjaga efisiensi fiskal di tengah tantangan ekonomi global. Namun, ia menekankan seluruh keputusan tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Purbaya, pemerintah masih menunggu arahan langsung dari Prabowo Subianto sebelum mengambil langkah konkret. "Kalau DPR saya enggak tahu, kalau menteri saya enggak apa-apa, kita lihat kebijakan Presiden seperti apa," kata Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Purbaya secara pribadi mengaku tidak mempermasalahkan jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, bahkan menyebut pemotongan gaji bukan persoalan besar bagi dirinya. "Enggak apa-apa, kan banyak duitnya," ujar dia.
Meski belum ada kepastian, Purbaya memperkirakan skenario pemotongan gaji bisa mencapai sekitar 25 persen. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih sebatas asumsi pribadi dan belum menjadi keputusan resmi.
(zik)