WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) diketahui telah mengerahkan ratusan pasukan elite dan armada udara yang terdiri dari 176 pesawat selama akhir pekan untuk menyelamatkan dua awak jet tempur F-15E Strike Eagle Amerika yang ditembak jatuh Iran.
Jet tempur F-15E Strike Eagle ditembak jatuh Iran pada Jumat pekan lalu. AS pada hari Sabtu mengeklaim pilot jet tempur itu berhasil diselamatkan pasukan khusus. Sedangkan penyelamatan satu awak lainnya membutuhkan waktu dua hari.
Namun, Iran mengeklaim operasi AS untuk menyelamatkan para awak F-15E itu digagalkan.
Baca Juga: Jelang Dibom AS, Iran Minta Rakyat Iran Jadi Perisai Rantai Manusia Menurut pemerintahan Presiden AS Donald Trump, misi berisiko tinggi untuk menyelamatkan satu awak yang tersisa dari F-15E berlangsung sekitar dua hari dan meluas ke tujuh lokasi di Iran.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih bersama Presiden AS Donald Trump dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan misi tersebut "tanpa henti".
"Selama 45 jam dan 56 menit, kami mempertahankan komunikasi tersebut untuk koordinasi," kata Hegseth, menggambarkan komunikasi yang dilakukan di fasilitas yang aman. "Misi kami tanpa henti," ujarnya.
Berbicara tentang armada udara yang besar, Jenderal Caine mengatakan armada tersebut membantu melakukan dua evakuasi yang sangat berbahaya, membawa pulang pilot dan petugas sistem senjata (WSO).
Armada Udara AS
Menurut laporan
Axios, armada penyelamat Amerika mencakup pesawat pengebom, pesawat tempur, pesawat tanker pengisian bahan bakar, helikopter, dan sistem tanpa awak.
Di antara beberapa yang disebutkan oleh Jenderal Caine adalah A-10 Warthog, H-60 Jolly Green II, dan HC-130 Combat King II. Dia juga mengisyaratkan bahwa drone yang dikendalikan dari jarak jauh dan taktis digunakan dalam misi tersebut.
"Keberanian yang ditunjukkan oleh pilot dan petugas sistem senjata, saat terisolasi dan menghindari musuh, tidak dapat dilebih-lebihkan," kata Caine.
Presiden Trump menjelaskan bahwa penyelamatan dua penerbang tersebut sangat menantang dan membutuhkan 155 pesawat. Menurutnya, sebagian besar dimaksudkan untuk membingungkan dan menyesatkan pasukan Iran yang sedang memburu.
Misi tersebut mencakup tujuh lokasi, dengan hanya satu yang legitimate.
"Mereka berkata, 'Baiklah, tunggu sebentar. Mereka punya kelompok di sini. Mereka punya kelompok di sana'... Militer Amerika turun ke area sebenarnya, terlibat pertempuran dengan musuh, menyelamatkan perwira yang terperangkap, menghancurkan semua ancaman dan meninggalkan wilayah Iran," kata Trump.
F-15E Strike Eagle adalah pesawat berawak Amerika pertama yang ditembak jatuh oleh Iran sejak awal perang pada 28 Februari, menurut Trump, yang mengeklaim itu adalah "serangan beruntung" oleh "musuh".
"Pada akhirnya, Anda beruntung. Tapi kami juga beruntung," kata Trump.
Pasukan Amerika sebelumnya telah mengakui bahwa mereka kehilangan setidaknya tiga F-15E Strike Eagle dalam insiden tembakan salah sasaran yang melibatkan F/A-18 Hornet Kuwait.
Pasukan AS juga kehilangan lebih dari selusin MQ-9 Reaper, sebuah E-3 Sentry dalam serangan Iran terhadap pangkalan di Arab Saudi dan sebuah KC-135 Stratotanker dalam kecelakaan di Irak.
(mas)