TEHERAN - Citra satelit yang baru-baru ini dirilis dari Airbus mengungkapkan puluhan kawah yang berjejer di sepanjang jalan di provinsi Isfahan, Iran tengah, tempat anggota kru Amerika Serikat (AS) kedua dari jet tempur yang ditembak jatuh di Iran ditemukan pada hari Minggu, menurut CNN. Citra tersebut menunjukkan setidaknya 28 kawah yang tersebar di beberapa jalan di Isfahan.
Lokasi itu sekitar 20 kilometer (12 mil) dari landasan udara terpencil tempat pasukan AS menghancurkan pesawat mereka sendiri setelah rusak, kata laporan itu pada hari Senin (6/4/2026).
Kawah-kawah ini muncul berurutan di sepanjang jalan dan berukuran sekitar 9 meter (hampir 30 kaki) lebarnya -- cukup untuk memotong jalan, menunjukkan kawah tersebut dihantam dengan presisi yang cermat.
Komando Pusat AS mengatakan pada hari Minggu bahwa pasukan Amerika berhasil menyelamatkan dua anggota militer dari dalam Iran setelah jet tempur F-15E mereka ditembak jatuh selama misi tempur pada tanggal 2 April.
Citra satelit menunjukkan kawah melingkar di lokasi jatuhnya F-15E di Iran tengah.
Citra satelit yang baru dirilis juga menunjukkan kawah melingkar di area yang sama tempat puing-puing dari jet tempur F-15E Strike Eagle AS ditemukan di Iran tengah pada hari Jumat.
Citra satelit yang diambil Airbus pada tanggal 5 April menunjukkan dua kendaraan putih yang diposisikan di dekat kawah, dengan beberapa orang berdiri di dekatnya. Kawah tersebut berukuran sekitar 40 kaki lebarnya.
Meskipun penyebab pasti kawah tersebut masih belum diketahui, hal yang umum terjadi adalah lokasi jatuhnya pesawat militer sengaja dibom untuk mencegah peralatan sensitif diambil pasukan lawan.
Kawah yang terlihat dalam gambar tersebut terletak sekitar 30 kilometer (19 mil) barat laut dari lokasi di mana pasukan AS menghancurkan beberapa pesawat selama operasi hari Minggu untuk menyelamatkan penerbang kedua yang jatuh.
Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan misi penyelamatan kedua untuk seorang anggota militer AS yang hilang melibatkan 155 pesawat, termasuk empat pesawat pembom, 64 pesawat tempur, dan 48 pesawat tanker pengisian bahan bakar.
Sebelumnya, ia mengatakan sekitar 200 personel Pasukan Khusus membantu dalam penyelamatan tersebut.
Selain itu, Direktur CIA John Ratcliffe mengatakan badan tersebut menjalankan "kampanye penipuan untuk membingungkan Iran" sambil menggunakan aset rahasia untuk menemukan para penerbang di celah gunung terpencil.
Trump menggambarkan penyelamatan itu sebagai pertaruhan berisiko tinggi, mengatakan ia mengizinkannya dengan mengetahui bahwa hal itu dapat mengakibatkan banyak korban jiwa.
Dua pesawat besar yang dikirim untuk mengevakuasi awak dilaporkan terjebak di pasir basah, menimbulkan kekhawatiran mereka tidak akan dapat lepas landas karena berat personel dan peralatan.
Untuk mencegah Iran merebut teknologi militer AS yang sensitif, Trump mengatakan pesawat-pesawat itu dihancurkan di darat.
Baca juga: Trump Sebut Warga Iran Binatang, AS Terus Serang Infrastruktur Sipil (sya)