WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan para pemimpin
Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata 10 hari. Menurutnya, kesepakatan berlaku mulai Kamis pukul 17.00 EST atau Jumat (17/4/2026) pukul 05.00 WIB.
Selama enam minggu terakhir, Israel dan Hizbullah—kelompok bersenjata yang didukung Iran—telah bertempur di Lebanon selatan.
Baca Juga: Trump Ungkap Para Pemimpin Israel dan Lebanon akan Berunding pada Hari Kamis "Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00 EST," tulis Trump di Truth Social.
Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa dia berpikir Lebanon akan "mengurus" Hizbullah.
"Saya pikir kita akan memiliki kesepakatan antara Lebanon dan mereka akan mengurus Hizbullah, tetapi mereka akan bekerja untuk Hizbullah sekarang," katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih.
"Tetapi kita akan memiliki kesepakatan antara Israel, yang sangat penting, dan Lebanon," ujarnya.
Trump juga menulis di Truth Social bahwa dia akan mengundang Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun ke Gedung Putih untuk pembicaraan bermakna pertama antara Israel dan Lebanon sejak 1983.
Trump mengatakan dia mengharapkan Netanyahu dan Aoun tiba di AS untuk pembicaraan dalam satu atau dua minggu ke depan.
PM Netanyahu mengonfirmasi partisipasi Israel dalam gencatan senjata tersebut. Namun, dia mengatakan pasukan Zionis akan mempertahankan "zona keamanan" sedalam 10 km (6,2 mil) di selatan negara itu. "Kami ada di sana, dan kami tidak akan pergi," katanya, seperti dikutip
BBC.
Hizbullah tampaknya bersedia berpartisipasi dalam gencatan senjata, tetapi mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut harus mencakup penghentian serangan Israel secara total di seluruh Lebanon. "Dan tidak ada kebebasan bergerak bagi pasukan Israel," katanya.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menyambut baik gencatan senjata tersebut. Teheran bersikeras bahwa gencatan senjata dua minggu mereka sendiri dengan AS harus mencakup Lebanon, sementara AS dan Israel mengatakan tidak.
AS dan Iran telah membahas putaran kedua perundingan perdamaian di Pakistan. Trump mengatakan AS dan Iran telah menyepakati banyak hal, termasuk bahwa Teheran tidak akan memiliki senjata nuklir "lebih dari 20 tahun"—tetapi memperingatkan: "Jika tidak ada kesepakatan, pertempuran akan berlanjut."
Perang terbaru antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret, dua hari setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, dengan Hizbullah menembakkan roket ke Israel utara.
Kelompok bersenjata tersebut—yang juga merupakan gerakan politik di Lebanon—mengatakan bahwa mereka membalas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Lebih dari 2.000 orang di Lebanon telah tewas, dengan lebih dari satu juta orang—atau sekitar seperlima dari populasi—mengungsi. Diperkirakan 37.000 rumah telah hancur atau rusak. Israel mengatakan serangan Hizbullah telah menewaskan dua warga sipil di Israel, dan 13 tentara Israel telah tewas dalam pertempuran di Lebanon.
Israel dan Lebanon mengadakan pembicaraan langsung yang langka terjadi di Washington minggu ini yang bertujuan untuk meredakan perang, yang telah menyebabkan serangan udara mematikan di beberapa bagian ibu kota Lebanon, Beirut. Israel tidak berkonflik dengan angkatan bersenjata Lebanon.
Departemen Luar Negeri AS merinci tiga poin kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon. Berikut ketiga poin yang diumumkan:
1. Perjanjian tersebut dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama jika negosiasi menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
2. Israel mempertahankan haknya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela diri, kapan saja, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung.
3. Pihak-pihak yang terlibat mengakui bahwa pasukan keamanan Lebanon memiliki tanggung jawab eksklusif atas keamanan Lebanon.
Dalam beberapa jam menjelang dimulainya gencatan senjata yang dijadwalkan, Israel dan Hizbullah terus melancarkan serangan lintas perbatasan.
Meskipun gencatan senjata dapat menghentikan pertempuran, pertanyaan utama tentang masa depan persenjataan Hizbullah tetap belum terselesaikan.
Otoritas Lebanon telah lama berpendapat bahwa pelucutan senjata Hizbullah tidak dapat dipaksakan dengan kekerasan dan akan membutuhkan negosiasi dengan kelompok tersebut.
(mas)