floating-Bahlil Blak-blakan Negosiasi...
Bahlil Blak-blakan Negosiasi Pembelian LPG dari Rusia Masih Alot
Bahlil Blak-blakan Negosiasi...
Bahlil Blak-blakan Negosiasi Pembelian LPG dari Rusia Masih Alot
Jum'at, 17 April 2026 - 15:54 WIB
JAKARTA - Pemerintah mengakui negosiasi pembelian LPG dari Rusia masih berlangsung alot di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri. Meski demikian, ketersediaan LPG nasional dipastikan tetap dalam kondisi aman.

"Total produksi kita hanya 1,6 juta ton, jadi kita harus mencari pasar baru dan termasuk di Rusia," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Bahlil Sebut Pembelian Minyak dari Rusia Siap Dikirim Bulan Ini

Bahlil menjelaskan, konsumsi LPG nasional pada 2025 mencapai sekitar 8,6 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 10 juta ton pada periode 2026–2027. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan sektor industri serta kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.

Untuk menutup kekurangan pasokan, pemerintah menjajaki sejumlah sumber impor baru, termasuk Rusia. Namun hingga kini, pembahasan masih berada pada tahap finalisasi dan belum mencapai kesepakatan.

Menurut Bahlil, tingginya permintaan LPG secara global menjadi tantangan tersendiri dalam proses negosiasi. Banyak negara tengah berlomba mengamankan pasokan gas untuk mendukung aktivitas industrinya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan cadangan LPG nasional tetap berada di atas batas minimum, yakni lebih dari 10 hari konsumsi. Kondisi ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dalam jangka pendek.

Baca Juga: Rusia Siap Bangun Gudang Penyimpanan BBM di Indonesia

Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memprioritaskan penjualan gas ke pasar domestik sebelum ekspor. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.

Bahlil menambahkan, pengalihan sebagian kuota ekspor gas ke dalam negeri turut membantu menjaga cadangan tetap stabil. Pemerintah optimistis kesepakatan impor LPG dengan Rusia dapat segera tercapai guna memperkuat pasokan energi nasional ke depan.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap