floating-Tekanan Fiskal Meningkat,...
Tekanan Fiskal Meningkat, IMF Wanti-wanti Ledakan Utang Publik Global
Tekanan Fiskal Meningkat,...
Tekanan Fiskal Meningkat, IMF Wanti-wanti Ledakan Utang Publik Global
Sabtu, 18 April 2026 - 09:39 WIB
JAKARTA - Utang publik global diproyeksikan melonjak ke level mengkhawatirkan, dengan Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan rasio tersebut bisa mencapai 100% dari PDB global pada 2029 seiring meningkatnya tekanan fiskal di negara maju maupun berkembang.

Berdasarkan laporan Fiscal Monitor terbaru, IMF menyoroti pelemahan berkelanjutan pada keuangan publik meskipun ekonomi global tetap tangguh. Tingkat utang meroket menjadi hampir 94% dari PDB pada 2025 dan diprediksi terus naik didorong defisit yang berlanjut, biaya bunga lebih tinggi serta guncangan geopolitik baru.

Baca Juga: Utang Amerika Bengkak jadi Rp635.572 Triliun, IMF: Ekonomi Global dalam Bahaya

Mengutip dari Business Today, pemicu utama yang memperburuk prospek adalah konflik Timur Tengah berkepanjangan, mengganggu pasar energi, dan memperketat kondisi keuangan secara global. Pemerintah kian terjepit antara melindungi rumah tangga dari kenaikan harga bahan bakar dan pangan dengan menjaga disiplin fiskal.

Beban ini jatuh lebih berat pada negara pengimpor energi dan berpenghasilan rendah, yang menghadapi tagihan impor membengkak serta ruang fiskal terbatas. Di tengah situasi ini, India muncul sebagai titik terang relatif. Bersama Meksiko dan Turki, India berhasil memperbaiki posisi fiskalnya berkat pengendalian pengeluaran primer.

IMF juga mencatat, trajektori utang India diproyeksikan stabil atau bahkan turun seiring waktu, didukung pertumbuhan PDB nominal yang kuat dan upaya konsolidasi fiskal yang berkelanjutan. Namun, rasio utang terhadap PDB India tetap tinggi di atas 84%, dan negara tersebut rentan terhadap risiko global.

Kenaikan harga energi, likuiditas global yang mengetat, serta aliran modal yang fluktuatif bisa menyulitkan pengelolaan fiskal, terutama jika ketegangan geopolitik berlanjut. IMF menekankan bahwa bantalan fiskal global telah terkikis habis. Seabad lalu, negara-negara masih punya ruang untuk menstabilkan utang, tapi kini cadangan itu nyaris nol.

Sementara itu, biaya pinjaman yang melonjak memperparah masalah. Pembayaran bunga melonjak tajam dari sekitar 2% menjadi hampir 3% dari PDB global hanya dalam empat tahun, seiring pemerintah merefinansial ulang utang pada tingkat suku bunga lebih tinggi.

Baca Juga: 9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila, Pelajaran bagi Indonesia

Ekonomi besar tetap menjadi sorotan utang global. Amerika Serikat (AS) terus mencatat defisit 7–8% dari PDB, meskipun utangnya diproyeksikan mencapai 142% dari PDB pada 2031. China juga mengalami defisit yang naik saat mendukung permintaan domestik dengan utang diprediksi mendekati 127% dari PDB pada periode yang sama.

Sementara, sebagian Uni Eropa (UE) melonggarkan aturan fiskal untuk menampung peningkatan belanja pertahanan. IMF memperingatkan bahwa risiko cenderung ke arah negatif. Skenario buruk seperti konflik berkepanjangan atau koreksi pasar keuangan utang global bisa melonjak lebih cepat.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir