JAKARTA - Mengisi BBM kini seperti membayar cicilan motor. Terutama bagi pemilik mobil diesel. Ini gara-gara Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi. Dexlite kini dipatok Rp23.600 per liter. Pertamina Dex lebih mahal lagi: Rp 23.900 per liter.
Bagi pemilik SUV bermesin diesel, ini bukan sekadar rentetan angka. Ini teror nyata di depan mesin pompa SPBU.
Mari kita hitung dengan nalar.
Pemilik Toyota Innova Diesel memiliki kapasitas tangki 55 liter. Kalau diisi penuh dari kosong, butuh uang Rp1.298.000 untuk Dexlite. Atau Rp 1.314.500 jika memilih Pertamina Dex.
Mengisi Pertadex tak sampai 50 liter sudah tembus Rp1,1 juta. Foto: dok Threadsherri_permana74
Itu baru Innova. Bagaimana dengan kelas SUV menengah? Mitsubishi Pajero Sport dan Ford Ranger (F150) sama-sama dibekali tangki 68 liter.
Sekali minta diisi penuh Dexlite, kantong akan terkuras Rp 1.604.800. Kalau pakai Pertamina Dex, struk tagihannya mencapai Rp 1.625.200.
Ada lagi jagoan baru asal China, GWM Tank 500 Diesel. Tangkinya lebih besar: 75 liter. Tagihan full tank Dexlite untuk mobil ini mencapai Rp 1.770.000. Sedangkan Pertamina Dex menembus Rp 1.792.500.
Yang paling membuat dahi berkerut adalah kelompok tangki 80 liter. Kasta ini dihuni oleh Toyota Fortuner Diesel, Toyota Land Cruiser 300, dan Isuzu MU-X.
Sekali bilang "penuh, Mas" kepada petugas SPBU, Anda harus rela digesek kartunya sebesar Rp 1.888.000 untuk Dexlite. Atau Rp 1.912.000 untuk Pertamina Dex.
Nyaris Rp 2 juta! Hanya untuk sekali ke pom bensin.
Kini kita bawa angka-angka fantastis itu ke jalanan nyata.
Orang-orang yang tinggal di pinggiran Jakarta—seperti Depok atau Bekasi—biasanya berkomuter setiap hari. Jarak tempuh harian mereka rata-rata 50 hingga 60 kilometer.
Dalam sebulan, dengan asumsi 20 sampai 25 hari kerja, jarak tempuh kendaraan mereka akan mencapai 1.200 hingga 1.800 kilometer.
Mari pakai hitungan kasar. Anggaplah rata-rata konsumsi bahan bakar SUV diesel meminum 1 liter untuk 10 kilometer. Artinya, dalam sebulan mereka butuh 120 hingga 180 liter BBM. Kita ambil titik tengahnya: 150 liter.
Jika 150 liter itu dikalikan harga Pertamina Dex (Rp23.900), maka sebulan mereka harus bakar uang Rp3.585.000. Ini yang paling moderat. Jika kebutuhan Anda lebih tinggi, misalnya sepekan sekali mengisi BBM, bisa-bisa hampir Rp7 juta per bulan.
Dulu, solusinya gampang. Sembunyi-sembunyi ikut antrean panjang bersama truk ekspedisi. Membeli Biosolar subsidi yang harganya cuma Rp6.800 per liter.
Tapi pemerintah kini bertindak tegas. Barcode MyPertamina untuk mobil-mobil diesel mewah itu dihapus dan diblokir massal.
Jalan pintas sudah ditutup rapat. Pemilik "cumi darat"—sebutan populer untuk SUV diesel bongsor—kini dihadapkan pada realitas yang tak bisa ditawar. Mobil bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah, mutlak butuh makanan mewah.
Di grup-grup komunitas media sosial, kepanikan itu begitu nyata. Ada yang berurai air mata mengeluhkan barcode-nya mati. Ada yang mulai memilih memarkir mobilnya di garasi dan naik transportasi umum. Ada pula yang mulai melirik mobil listrik.
(dan)