MADRID - Lebih dari 3.000 orang dilaporkan menderita
pelecehan seksual saat masih di bawah umur di dalam Gereja Katolik Spanyol. Demikian hasil investigasi selama delapan tahun oleh surat kabar
El Pais, yang menerbitkan temuan terbarunya pada hari Senin (20/4/2026).
Media tersebut mulai mengumpulkan data tentang kejahatan seksual di dalam gereja pada tahun 2018, ketika hanya 34 kasus yang diketahui secara resmi. Sejak saat itu, melalui kesaksian publik, catatan peradilan, dan pengakuan gereja, jumlah korban pedofilia telah meningkat menjadi 3.084 dengan insiden paling awal terjadi pada tahun 1940-an.
Baca Juga: Gereja Katolik Polandia Laporkan Ratusan Klaim Pelecehan Seks oleh Pastor Daftar terdakwa telah mencapai 1.613, mewakili 1,46% dari 110.000 imam dan umat awam yang telah melayani di Spanyol dalam 80 tahun terakhir.
Laporan terbaru
El Pais, yang keenam dalam lima tahun, telah menambahkan 58 kesaksian baru dari Spanyol yang menuduh 50 rohaniwan dan umat awam, hampir semuanya laki-laki kecuali dua biarawati, dan bagian terpisah yang mencakup 21 kesaksian dari delapan negara Amerika Latin dengan 24 individu yang dituduh.
Media tersebut melaporkan bahwa mereka telah membagikan semua temuannya kepada Konferensi Episkopal Spanyol (CEE), Vatikan, dan komisioner hak asasi manusia Spanyol.
Namun, surat kabar tersebut mencatat bahwa selama lima tahun terakhir, Gereja belum memberikan tanggapan substantif terhadap tuduhan tersebut, dengan CEE memprioritaskan “ketidakjelasan dan penyangkalan” sementara Vatikan telah mendelegasikan tanggung jawab kepada para uskup Spanyol.
El Pais juga mencatat pola berulang di mana para imam yang dituduh sering dipindahkan antar paroki atau dikirim ke luar negeri, terkadang ke Amerika Latin, tanpa menghadapi konsekuensi kanonik atau sipil.
Dalam beberapa kasus, ordo religius dituduh telah memindahkan pelaku yang diketahui ke lokasi baru di mana mereka terus memiliki akses ke anak-anak.
Sebelumnya, survei tahun 2023 oleh komisioner hak asasi manusia Spanyol memperkirakan bahwa 1,13% dari populasi dewasa, sekitar 440.000 orang, mungkin telah mengalami pelecehan seksual di lingkungan Katolik.
Temuan terbaru ini mencerminkan pengungkapan serupa di Amerika Serikat, di mana Keuskupan Brooklyn saat ini sedang berupaya mencapai penyelesaian global untuk 1.100 kasus pelecehan seksual anak, setelah sebelumnya membayar lebih dari USD100 juta kepada para korban.
Pemimpin Vatikan Paus Leo XIV, yang akan mengunjungi Spanyol pada bulan Juni, dilaporkan telah menerima salinan laporan
El Pais, tetapi Vatikan belum memberikan komentar mengenai temuan terbaru ini.
(mas)