JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata konservasi ekosistem laut di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat lokal.
“Ketiga biota laut ini merupakan aset alam yang tak ternilai harganya. Peranannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi pantai, serta kontribusinya dalam mitigasi perubahan iklim menjadikannya sangat penting untuk dilestarikan,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun dalam keterangan pers, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Perkuat Pasokan BBM, Pertamina Patra Niaga Optimalkan Tanker Produksi Dalam Negeri Kegiatan bertajuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Marine BiodiverSEAty” ini diwujudkan melalui penanaman 3.000 bibit mangrove, 1.000 bibit lamun (seagrass), serta 750 transplantasi fragmen terumbu karang. Aksi tersebut dilaksanakan pada 17 April 2026 di Pulau Pramuka.
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu, komunitas lingkungan SEAsoldier, serta masyarakat setempat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut.
Pulau Pramuka dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan bagian dari kawasan konservasi laut (Marine Protected Area/MPA) yang memiliki peran penting dalam mendukung ekowisata dan ekonomi biru. Namun, kondisi mangrove, lamun, dan terumbu karang di wilayah tersebut dilaporkan mengalami penurunan kualitas.
Manager CSR PT Pertamina (Persero), Roby Hervindo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pilar lingkungan dalam TJSL perusahaan. Selain menjaga ekosistem, kegiatan ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar serta memitigasi dampak perubahan lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Jaga Pasokan, Masyarakat Diimbau Bijak Pakai Energi Upaya rehabilitasi melalui penanaman mangrove, lamun, dan terumbu karang dinilai penting untuk mencegah abrasi, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati laut. Program ini juga berkontribusi dalam penyerapan karbon biru yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim.
Perwakilan komunitas SEAsoldier, Dinni Septianingrum, mengapresiasi keterlibatan Pertamina dalam upaya pelestarian lingkungan laut. Menurutnya, potensi karbon biru Indonesia sangat besar dan perlu dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Apresiasi serupa disampaikan perwakilan masyarakat lokal, Sahbudin, yang menilai program ini memberikan dampak positif bagi upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Ia berharap lebih banyak pihak dapat terlibat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, poin 14 tentang ekosistem laut, serta poin 17 mengenai kemitraan. Pertamina menegaskan bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak demi keberlanjutan sumber daya alam di masa depan.
(nng)