MAKASSAR - Di tengah ketatnya persaingan industri network marketing nasional, PT Renner Inti Internasional (Renner Syariah) melakukan gebrakan yang tidak biasa. Alih-alih hanya mengejar angka penjualan, perusahaan yang berbasis di Sulawesi Selatan ini memilih melakukan investasi "leher ke atas" melalui transformasi mentalitas para mitranya.
Bertempat di Aston Convention Center, Makassar, suasana intensif terasa selama pelaksanaan workshop eksklusif "Soul of Speaking for Star" dan "Soul of Speaking for Prime" yang berlangsung sejak 14 hingga 22 April 2026. Agenda ini menjadi kawah candradimuka bagi puluhan leader terbaik untuk mengasah integritas, intelektual, dan kedalaman spiritual mereka.
Owner sekaligus CEO Renner Syariah, Nasir SE, menegaskan bahwa komunikasi adalah urat nadi bisnis syariah. Baginya, seorang pemimpin tidak boleh hanya pandai merayu, tetapi harus mampu menyampaikan kebenaran dengan jujur.
"Kesuksesan finansial harus berjalan beriringan dengan etika luhur. Kami tidak mencetak orator yang lihai bersilat lidah, melainkan leader yang mampu memberikan solusi menenangkan bagi masyarakat, sesuai prinsip syariah yang menjadi nafas perusahaan," ujar Nasir dengan optimisme tinggi.
Workshop ini dipandu langsung oleh Rani Badri Kalianda, sosok di balik metode Soul of Speaking. Pendekatannya tergolong unik karena mengawinkan teknik teater untuk olah emosi, kaidah jurnalistik untuk ketajaman berpikir, dan ilmu psikologi untuk membangun empati.
"Antusiasme para leader Renner Syariah luar biasa. Mereka belajar menyelaraskan pikiran dan perasaan agar komunikasi yang lahir bukan sekadar mekanis, melainkan jujur dari jiwa. Komunikasi seperti inilah yang lebih mudah mengetuk hati masyarakat," puji Rani.
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari fase pertama pada Januari lalu yang diikuti oleh lebih dari 140 leader peringkat Emerald hingga Royal Crown, membuktikan konsistensi Renner Academy dalam membangun kompetensi sumber daya manusianya.
Kesaksian Transformasi: Fokus Memberi, Bukan MencariDampak nyata dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh Agus Tefi, Grand Mentor sekaligus pemegang peringkat tertinggi Royal Crown Bintang 2 di Renner Syariah. Menurutnya, terjadi revolusi cara pandang di kalangan anggota.
"Pasca-pelatihan, muncul kesadaran kolektif bahwa bisnis ini adalah tentang gift atau memberi. Fokus kami bukan lagi sekadar mencari untung pribadi, melainkan bagaimana memberikan kemaslahatan bagi orang lain," ungkap Agus.
Ia juga menambahkan bahwa para anggota kini lebih bijak dalam menghadapi tantangan lapangan dengan berhenti menyalahkan faktor eksternal dan mulai melakukan evaluasi diri secara mendalam.
Strategi "Jalan Sunyi" Menjangkau PelosokKeberhasilan Renner Syariah tidak lepas dari strateginya yang membumi. Perusahaan ini memilih menjangkau pasar pedesaan dan fokus pada produk yang dibutuhkan masyarakat hingga pelosok kampung. Sistem reward yang revolusioner ini diberikan secara berulang dan terakumulasi menjadi daya tarik utama yang membuat anggota naik peringkat secara otomatis tanpa tekanan.
"Owner kami adalah pelaku lapangan sejati yang tahu persis keringat di bawah. Kebijakan yang lahir selalu mengedepankan keamanan dan kenyamanan sesuai regulasi pemerintah," pungkas Agus Tefi.
Dengan perpaduan sistem amanah dan kompetensi leader yang terus diasah, Renner Syariah kian mantap mengukuhkan posisinya sebagai pionir ekonomi syariah di Indonesia. Sebuah ajakan bagi masyarakat untuk bergabung dalam ekosistem yang tidak hanya menjanjikan kesejahteraan materi, tetapi juga keberkahan usaha.
(unt)