BEIJING - Banyak yang bilang Eropa sudah kalah teknologi dari China. Mungkin ada benarnya. Tapi, bagaimana jika kemewahan dan warisan sejarah merek Eropa seperti Land Rover, disuntik dengan teknologi paling canggih dari China?
Lahirnya Freelander 8 adalah jawabannya. Inilah mobil yang bakal sulit dicari kelemahannya.
Freelander itu legenda. Muncul pertama tahun 1997. Ia adalah pionir SUV monocoque pertama Land Rover yang nyaman di kota tapi tangguh di tanah. Sukses besar. Terjual 840.000 unit. Pernah jadi SUV paling laris di Eropa selama lima tahun berturut-turut.
Lalu tahun 2015 ia disuntik mati. Diganti Discovery Sport.
Kini, di Wuhu, markas besar Chery Group, nama itu dibangkitkan. Bukan lagi sekadar nama model, tapi jadi merek sendiri. Namanya tetap bermakna: Free (kebebasan), Land (tanah), dan ER (Every Explorer/Setiap Petualang).
"Merek ini adalah British premium intelligent all-terrain brand," ujar Lucia Mau, CEO Freelander Internasional.
Posisinya unik. Sangat ironis. Dirancang oleh desainer autokrat Inggris, Philip Simmons—orang yang juga mendesain Range Rover Velar dan Defender.
Tapi, "otaknya" mutlak milik Chery dan Huawei.
Freelander 8 adalah raksasa. Panjangnya lebih dari 5.100 mm. Jarak sumbu rodanya (wheelbase) di atas 3.000 mm. Kursinya mewah, konfigurasi 2+2+2. Kursi baris kedua punya mode gravitasi nol (zero-gravity). Rasanya seperti terbang di kabin pesawat kelas satu.
Teknologinya tingkat dewa. Sistem mengemudi cerdasnya memakai Qiankun dari Huawei, lengkap dengan LiDAR pencitraan 896-baris. Hiburannya dipacu cip Qualcomm Snapdragon 8295P (5 nanometer) yang sanggup menghidupkan delapan layar sekaligus tanpa lelet.
Urusan baterai, mereka gandeng raksasa CATL. Memakai baterai Freevoy Range-Extended Hybrid yang mendukung 6C supercharging. Cas-nya kilat, dayanya tembus 360kW. Aman benturan karena dilapis polimer FD khusus.
Sebagai keturunan Land Rover, ia tidak boleh memalukan di lumpur. Ada sistem i-ATS dengan 9 mode medan. Ada Virtual Central Lock dan suspensi udara dual-chamber. Komplit.
Investasinya tidak main-main: USD 1,5 miliar atau sekitar Rp25,5 triliun. Produksi massalnya dimulai paruh kedua 2026 di Changshu. Saking seriusnya, lini produksi mesin bensin terakhir untuk Range Rover Evoque resmi dihentikan. Semua demi memberi jalan bagi Freelander.
Kantor pusatnya di Shanghai dan Wuhu. Tapi ambisinya mendunia. Mereka sudah siapkan 6 model baru dalam 5 tahun. Freelander 8 siap diekspor balik ke Inggris dan Eropa.
5 Fakta Freelander 8:
1. Investasi Raksasa: Proyek ini menelan dana pengembangan mencapai USD 1,5 miliar atau setara Rp 25,5 triliun dengan fasilitas produksi otomatis penuh di Changshu.
2. Dimensi Flagship: Memiliki panjang bodi lebih dari 5,1 meter dan wheelbase di atas 3 meter dengan konfigurasi kursi mewah 6-penumpang (2+2+2).
3. Teknologi Chip & AI: Menggunakan prosesor Snapdragon 8295P (5nm) untuk 8 layar kabin dan sistem mengemudi otonom Huawei Qiankun dengan LiDAR 896-baris.
4. Pengisian Daya Kilat: Dibekali baterai CATL dengan teknologi 6C supercharging berdaya 360kW untuk pengisian energi super cepat.
5. Kemampuan Segala Medan: Dilengkapi Intelligent All-Terrain System (i-ATS) pertama di dunia dengan 9 mode berkendara dan suspensi udara dual-chamber.
(dan)