JAKARTA -
JENDERAL TNI (Purn)
Dudung Abdurachman resmi diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Dudung menggantikan posisi Muhammad Qodari.
Dudung sebelumnya merupakan Penasihat Khusus Presiden di Bidang Pertahanan Nasional. Jabatan itu resmi diembannya sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden Indonesia.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Jilid V: Dudung Jadi KSP, Qodari Kepala Bakom Sebelum di pemerintahan, Dudung merupakan prajurit aktif TNI AD. Jabatan tertingginya yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dengan pangkat bintang empat.
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada November 1965 merupakan Akademi Militer (Akmil) lulusan 1988 dari kecabangan Infanteri. Saat berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen), Dudung pernah memimpin teritorial wilayah Jayakarta dengan jabatan Pangdam Jaya.
Saat itu, namanya disorot lantaran berani mencopot baliho bergambar Habib Rizieq Shihab yang menjadi pimpinan Front Pembela Islam (FPI). Bahkan Dudung sempat melontarkan pernyataan keras mendukung pembubaran FPI.
Baca juga: Dikabarkan Jadi KSP, Dudung: Saya Prajurit, Harus Siap Perintah Presiden Sejak saat itulah namanya mentereng, pada Mei 2025 ia pun dipercayakan untuk menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) dan berpangkat bintang tiga. Di tahun yang sama, pangkatnya kembali dinaikkan menjadi bintang empat dan menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
(shf)