WASHINGTON - Komedian Jimmy Kimmel telah membuat Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump marah. Musababnya, Kimmel dalam lelucon monolognya menyebut Melania seperti janda yang sedang hamil.
Kimmel membuat lelucon itu Kamis lalu, sebelum insiden penembakan di White House Correspondents Dinner di Washington Hilton Hotel pada Sabtu malam yang dihadiri Trump.
Baca Juga: Trump Merespons Manifesto Tersangka Penembakan: Saya Bukan Pemerkosa, Saya Bukan Pedofil! Dalam sebuah monolog, Kimmel menggambarkan dirinya sebagai MC dari jamuan makan malam yang akan datang tersebut. Termasuk segmen di mana dia menyapa ibu negara di antara hadirin dan berkata, "Nyonya Trump, Anda memiliki aura seperti janda yang sedang hamil."
Trump akan berusia 80 tahun pada bulan Juni dan merupakan presiden tertua yang pernah menjabat di Amerika Serikat. Istrinya, mantan model yang lahir di Slovenia, berusia 56 tahun.
"Saya menghargai bahwa begitu banyak orang marah dengan seruan Kimmel yang tercela untuk melakukan kekerasan, dan biasanya saya tidak akan menanggapi apa pun yang dia katakan, tetapi ini adalah sesuatu yang jauh melampaui batas," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
"Jimmy Kimmel harus segera dipecat oleh Disney dan
ABC," lanjut Trump, merujuk pada perusahaan induk ABC; Disney.
Menyerang Kimmel di X pada hari Senin, Melania mengatakan: "Monolog Kimmel tentang keluarga saya bukanlah komedi—kata-katanya bersifat korosif dan memperdalam penyakit politik di Amerika."
Kultus Kebencian
Sebagai pembawa acara komedi larut malam yang terkenal, Kimmel telah menjadi pusat perdebatan tentang kebebasan berbicara yang dilindungi secara konstitusional.
Kimmel sempat diskors dari acaranya di jaringan
ABC September lalu setelah tekanan pemerintah karena dia mengatakan gerakan MAGA [Make America Great Again] sayap kanan Trump mencoba memanfaatkan pembunuhan influencer Charlie Kirk untuk kepentingan politik.
"Seorang pengecut, Kimmel bersembunyi di balik
ABC karena dia tahu jaringan itu akan terus melindunginya," imbuh Melania.
"Cukup sudah. Sudah saatnya
ABC mengambil sikap. Berapa kali lagi kepemimpinan
ABC akan membiarkan perilaku keji Kimmel dengan mengorbankan komunitas kita?"
Meskipun Trump mengambil nada yang jarang terjadi dan lebih lunak terhadap media dalam konferensi pers setelah penembakan di acara gala dinner, Gedung Putih sejak itu memperkeras pendiriannya.
"Kultus kebencian sayap kiri terhadap presiden dan semua orang yang mendukung dan bekerja untuknya telah menyebabkan banyak orang terluka dan terbunuh, dan hampir terjadi lagi akhir pekan ini," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah briefing.
Trump sendiri telah melampaui batasan preseden kepresidenan dalam hal menggunakan bahasa terhadap lawan politik yang menurut para kritikus bersifat memecah belah dan terkadang kasar.
Namun Leavitt, yang berada di panggung bersama Trump saat jamuan makan malam ketika insiden itu terjadi, mengatakan bahwa telah terjadi "pendemonisasian sistemik" terhadap presiden berusia 79 tahun itu.
"Tidak ada seorang pun dalam beberapa tahun terakhir yang menghadapi lebih banyak peluru dan kekerasan daripada Presiden Trump," kata Leavitt, yang kembali dari cuti melahirkan untuk memimpin pengarahan di Gedung Putih.
"Mereka yang terus-menerus, secara salah melabeli dan memfitnah presiden sebagai seorang fasis, sebagai ancaman terhadap demokrasi, dan membandingkannya dengan Hitler untuk mendapatkan poin politik, sedang memicu kekerasan semacam ini," imbuh dia, seperti dikutip
AFP, Selasa (28/4/2026).
(mas)