floating-Purbaya Incar Windfall...
Purbaya Incar Windfall Tax dari Nikel dan Bea Keluar Batu Bara
Purbaya Incar Windfall...
Purbaya Incar Windfall Tax dari Nikel dan Bea Keluar Batu Bara
Selasa, 05 Mei 2026 - 14:45 WIB
JAKARTA - Kementerian Keuangan sedang mempertimbangkan pengenaan windfall tax terhadap komoditas nikel untuk menyasar keuntungan luar biasa perusahaan akibat lonjakan harga global. Kebijakan ini dibahas intensif bersama Kementerian ESDM guna memperkuat APBN di tengah beban subsidi yang meningkat.

"Nanti ada (windfall tax), tapi itu masih didiskusikan dengan Menteri ESDM. Saya terima aja pokoknya duitnya," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada awak media di kantornya, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Nasib WFH ASN Lanjut Terus atau Setop? Ini Kata Purbaya

Purbaya menekankan tambahan penerimaan dari pajak ini krusial untuk menutup defisit anggaran. Pemerintah juga berkomitmen menjaga daya saing hilirisasi nikel melalui insentif untuk produk turunan, khususnya bahan baku baterai. "Nikel itu kan salah satu bahan baku baterai, kita akan dorong pertumbuhan industri baterai di sini juga dengan insentif, supaya ini juga laku," ungkap Purbaya.

Selain windfall tax, Purbaya mewacanakan penerapan bea keluar untuk nikel dan batu bara guna memperkuat pengawasan Bea Cukai terhadap under-invoicing dan ekspor ilegal. Selama ini, absennya bea keluar membatasi pemeriksaan mendalam sebelum barang berangkat.

"Selama ini kalau ekspor batu bara, karena pajaknya nol, enggak ada bea keluar, Bea Cukai nggak bisa periksa sebelum barangnya berangkat. Jadi kita under-invoicing di situ besar sekali," kata Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Dikabarkan Ambruk Masuk Rumah Sakit, Ini Kata Kemenkeu

Dengan bea keluar, proses pemeriksaan fisik dan dokumen dapat dilakukan ketat di pelabuhan. Langkah ini diharapkan meminimalisir kerugian negara akibat ketidakakuratan data ekspor.

"Saya minta itu ada bea keluar sehingga kalau ada bea keluar, Bea Cukai bisa periksa barangnya sebelum berangkat, sehingga saya bisa kendalikan kebocoran dari under-invoicing atau penyelundupan," pungkasnya.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta