JAKARTA - Kredit Pintar kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui program "Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi", yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta.
Program yang diinisiasi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) itu bertujuan membangun pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan dan penggunaan layanan keuangan digital secara bijak.
"Kami percaya bahwa membangun fondasi bangsa dimulai dari generasi muda. Program ‘Pindar Mengajar’ adalah wujud komitmen kami untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki akses ke layanan keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak," kata Head of Risk Kredit Pintar Revana Aryani dalam keterangan pers, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Kredit Pintar Salurkan Pinjaman Rp581 Miliar di Jabar Sepanjang Kuartal I-2026 Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AFPI, akademisi, serta pelaku industri fintech pendanaan bersama. Acara juga mendapat antusiasme dari dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta.
Dalam sesi edukasi bertajuk “Literasi Keuangan: Kunci Masa Depan Generasi Muda”, Revana menyoroti tingginya penggunaan layanan keuangan digital di kalangan anak muda yang belum sepenuhnya diimbangi pemahaman terhadap risiko dan pengelolaan keuangan pribadi.
Menurut dia, mahasiswa perlu memahami pentingnya pengambilan keputusan finansial yang rasional dan bertanggung jawab, termasuk dalam memanfaatkan layanan pinjaman daring agar tidak menimbulkan risiko keuangan di kemudian hari.
Baca Juga: Kredit Pintar Edukasi Mahasiswa UNRI Bijak Kelola Keuangan Kredit Pintar mencatat segmen pengguna berusia 18–23 tahun mencapai sekitar 15% dari total nasabah sepanjang 2025. Head of Brand & Communications Kredit Pintar Puji Sukaryadi menyebut tingginya adopsi teknologi finansial di kalangan anak muda menjadi alasan pentingnya edukasi literasi keuangan yang berkelanjutan.
Hingga kini, aplikasi Kredit Pintar telah diunduh sekitar 36 juta kali. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun, sementara total akumulasi penyaluran sejak berdiri pada 2017 telah melampaui Rp63 triliun.
Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, penyaluran pinjaman Kredit Pintar sepanjang 2026 tercatat mencapai Rp55 miliar, bagian dari total penyaluran di Pulau Jawa sebesar Rp2,5 triliun. Melalui kolaborasi bersama AFPI, OJK, dan institusi pendidikan, perusahaan berharap tercipta ekosistem keuangan digital yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.
(nng)