MAKKAH - Memasuki hari ke-17 operasional
haji, sebanyak 100.125
jemaah haji asal Indonesia tercatat telah menginjakkan kakinya di Tanah Suci Madinah dan Makkah, Arab Saudi hingga Rabu (6/5/2026). Kedatangan ratusan ribu tamu Allah ini menandai tuntasnya fase krusial gelombang pertama di Madinah dan bersiap menyambut kedatangan gelombang kedua via Jeddah.
Arus mobilisasi jemaah ke Arab Saudi terus bergerak masif menyusul dimulainya pendaratan perdana jemaah gelombang kedua secara langsung. Secara keseluruhan, pemerintah telah memberangkatkan 103.690 jemaah yang didampingi 1.064 petugas dalam 367 kelompok terbang (kloter) dari Tanah Air.
Baca juga: Sambut Jemaah Haji Gelombang II, PPIH Daker Makkah Siaga 24 Jam Tanpa Jeda Dari total ratusan ribu jemaah yang mendarat di Madinah, sebagian besar kini mulai digeser ke Kota Suci Makkah secara bertahap. Sebanyak 42.340 jemaah dan 436 petugas dari 109 kloter dilaporkan telah menempati hotel-hotel di Makkah untuk menunggu puncak haji.
Di tengah padatnya arus kedatangan, otoritas kesehatan juga terus menyoroti kondisi fisik para jemaah lansia dan risiko tinggi. Berdasarkan data rekam medis terbaru, sebanyak 72 jemaah saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi akibat penurunan kondisi kesehatan.
"Dengan demikian, hingga saat ini total jemaah wafat sebanyak 12 orang, adapun penyebab wafat yang paling banyak adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung serta radang paru-paru," ujar Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, kepada Tim Media Center Haji (MCH).
Baca juga: Daftar Lengkap 21 Rute Bus Shalawat Haji 2026: Cek Warna Stiker dan Hotel Anda di Sini! Penambahan angka kematian terbaru tersebut terjadi pada jemaah atas nama Akhmad Nurokhman Zaini asal Brebes dan Aman Satim asal Tangerang. Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang wafat akan dibadalhajikan dan dimakamkan dengan prosesi yang layak di Tanah Suci.
Catatan medis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga melaporkan adanya 14.919 jemaah yang harus menjalani rawat jalan akibat berbagai keluhan ringan. Sementara itu, 153 jemaah lainnya terpaksa dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk mendapatkan observasi klinis lebih lanjut.
Mengantisipasi lonjakan kelelahan pada etape selanjutnya, pemerintah langsung menerapkan penyesuaian aturan bagi jemaah gelombang kedua. Rombongan kloter LOP-12 yang membawa 389 jemaah menjadi kelompok terbang perdana yang mencicipi pendaratan langsung di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Rute pendaratan ini menuntut jemaah untuk beradaptasi cepat karena mereka tidak lagi memiliki waktu singgah panjang untuk persiapan ihram layaknya di Madinah. Para jemaah diminta disiplin mematuhi aturan berihram sejak dari embarkasi keberangkatan agar tidak menghambat laju pergerakan saat tiba di bandara.
"Kami mengingatkan kepada jemaah haji gelombang kedua agar mempersiapkan diri dengan mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi haji untuk mempermudah proses keberangkatan," tegas Ichsan Marsha.
Kewajiban ihram sejak dari Tanah Air ini bertujuan memangkas waktu antrean di toilet bandara agar jemaah bisa langsung diberangkatkan ke Makkah.
Skema efisiensi waktu ini diyakini sangat ampuh untuk menghemat cadangan stamina jemaah sebelum menghadapi medan berat di padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
(shf)